Mobil Listrik Tidak Selalu Hemat Biaya

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Mobil listrik sering dianggap sebagai solusi hemat biaya dalam jangka panjang, terutama karena tidak membutuhkan bahan bakar dan perawatannya lebih sederhana. Namun di balik itu, ada komponen yang justru bisa membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari, yakni ban.

Banyak pemilik mobil listrik yang terkejut saat mengetahui bahwa ban kendaraan mereka lebih cepat gundul dibandingkan mobil konvensional. Fenomena ini bukanlah mitos belaka, melainkan konsekuensi logis dari perbedaan teknologi penggerak yang digunakan.

Baca Juga :
Baru Saja Dijual, Mobil Listrik Ini Laku 15 Ribu Unit
Update Harga Mobil Listrik Bekas Maret 2026: Mulai Rp90 Jutaan

Berdasarkan informasi yang didapatkan VIVA Otomotif dari beberapa agen pemegang merek, Senin 23 Maret 2026, ban pada mobil listrik rata-rata mengalami keausan 20 hingga 30 persen lebih cepat daripada mobil bermesin bensin. Ada beberapa faktor fundamental yang menyebabkan si karet bundar ini bekerja ekstra keras setiap harinya.

Penyebab utama yang paling signifikan adalah bobot kendaraan yang jauh lebih berat akibat keberadaan paket baterai litium-ion. Baterai pada mobil listrik bisa menyumbang bobot tambahan antara 300 hingga 500 kilogram dibandingkan mobil biasa.

Beban statis yang besar ini terus-menerus menekan struktur ban, terutama saat kendaraan sedang bermanuver di tikungan atau melakukan pengereman. Akibatnya, gesekan antara permukaan ban dengan aspal menjadi lebih intens dan mempercepat proses pengikisan karet.

Selain masalah bobot, karakteristik torsi instan pada motor listrik juga menjadi musuh utama bagi ketahanan ban kendaraan. Berbeda dengan mesin bensin yang tenaganya keluar secara bertahap, motor listrik memberikan torsi maksimal sejak putaran pertama.

Hentakan tenaga yang sangat responsif ini seringkali membuat ban mengalami sedikit selip yang tidak kasat mata saat mulai melaju. Gesekan mikro yang terjadi berulang kali inilah yang secara perlahan menggerus lapisan tread atau tapak ban.

Faktor ketiga yang jarang disadari oleh pengguna adalah sistem pengereman regeneratif atau regenerative braking yang sangat kuat. Sistem ini menggunakan motor listrik untuk memperlambat laju kendaraan sekaligus mengisi ulang daya baterai secara otomatis.

Proses deselerasi yang terjadi melalui motor listrik ini memberikan beban gaya gesek tambahan pada ban secara terus-menerus. Jika pada mobil biasa pengereman dibantu oleh kampas rem, pada EV beban tersebut lebih banyak ditanggung oleh ban.

Baca Juga :
Terpopuler: Mobil Listrik Paling Hemat, Jakarta Sepi Macet, Diskon Motor Honda
PLN: Ada SPKLU Tiap Jarak 22 Km
10 Mobil Listrik Paling Hemat di Indonesia, Cocok untuk Harian hingga Mudik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemudik yang Naik Pesawat Tembus 4,41 Juta Orang, Naik 3,7 Persen
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
NCT WISH Umumkan Rilis Album Penuh Perdana “Ode to Love” pada April 2026
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Fitrah yang menghidupi sesama
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Drone Rekam Kerusakan di Arad Israel, Serangan Rudal Iran Lukai Puluhan Warga
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Inter Milan Tetap di Puncak Klasemen Liga Italia Meski Ditahan Imbang Fiorentina
• 10 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.