JAKARTA, KOMPAS – Setelah lebaran, tidak sedikit orang yang malah justru jatuh sakit. Klinik ataupun rumah sakit menjadi tujuan setelah pulang dari mudik Lebaran. Mobilitas yang tinggi serta pola hidup yang tidak teratur selama libur Lebaran bisa menjadi penyebab orang menjadi mudah sakit.
Untuk itu, dokter penyakit dalam yang juga Chairman Junior Doctor Network (JDN) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Andi Khomeini Takdir Haruni mengatakan, pola hidup sehat harus tetap dilakukan selama libur Lebaran ini. Sebisa mungkin tetap konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan aktivitas fisik yang cukup.
“Tetap terapkan pola hidup sehat yang biasa dan bisa dilakukan. Istirahat juga coba dicukupkan. Jangan lupa konsumsi obat yang memang rutin dikonsumsi,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (23/3/2026).
Banyak orang yang sakit setelah Lebaran, baik anak dan dewasa karena pola hidup yang tidak sehat selama libur Lebaran. Selain itu, saat Lebaran, pergerakan manusia yang berkumpul sangat besar dan intens. Interaksi yang tinggi dengan banyak orang bisa meningkatkan risiko penularan penyakit.
Hal itu bisa diperburuk dengan kondisi daya tahan tubuh yang menurun karena kelelahan. Makanan yang dikonsumsi selama libur Lebaran juga biasanya tidak terkontrol. Makanan yang berlemak ataupun tinggi gula lebih banyak dikonsumsi.
Secara terpisah, Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi yang juga Adjunct Professor Griffith University, Tjandra Yoga Aditama mengatakan, setelah dua hari merayakan Idul Fitri dengan makanan tinggi santan, gula, garam, dan lemak, masyarakat disarankan untuk kembali ke pola makan dengan gizi seimbang. Saat ini lebih banyak konsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur.
Hal lain yang juga perlu diwaspadai yakni beraktivitas di tengah cuaca yang panas.
Kurangi pula makanan yang mengandung santan atau gula. Kontrol makanan dengan karbohidrat tinggi. “Jangan berlebihan. Bila mungkin gunakan yang lebih sehat seperti nasi merah atau roti gandum. Satu hal lagi adalah aktivitas fisik akan baik untuk mulai dilakukan,” ujarnya.
Andi menambahkan, hal lain yang juga perlu diwaspadai yakni beraktivitas di tengah cuaca yang panas. Dalam beberapa hari terakhir, cuaca di siang hari biasanya terasa sangat panas. Sementara banyak aktivitas yang dilakukan saat siang hari untuk kegiatan silaturahmi.
Cuaca yang panas sangat rentan menyebabkan dehidrasi. Kondisi itu bisa memperberat komorbid atau penyakit yang diderita serta memicu kelelahan. Jika tidak dikendalikan, daya tahan tubuh bisa menurun sehingga rentan sakit.
Andi pun menyarankan agar masyarakat bisa mengoptimalkan ventilasi udara di dalam ruangan saat berkegiatan. Pastikan pula minum air putih yang cukup. “Plus gunakan pakaian yang adem dan menyerap keringat,” katanya.
Dalam unggahan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di akun resminya di Instagram, sejumlah wilayah diperkirakan akan mengalami suhu maksimum. Itu antara lain, Deli Serdang (Aceh) dengan suhu maksimum 34,8 derajat celsius, Kapuas Hulu (Kalimantan Barat) dengan 34,7 derajat celsius, Medan (Sumatera Utara) dengan 34,6 derajat celsius, Banda Aceh dengan 34,5 derajat celsius, Majalengka dengan 34,4 derajat celsius, dan Ciputat (Banten) 34,2 derajat celsius.
Secara terpisah, pakar pendidikan anak dari IPB University, Yulina Eva Riany dalam laman IPB University, mengatakan, orangtua juga perlu lebih memerhatikan kesehatan anak selama mudik Lebaran. Perjalanan jauh seringkali membuat anak menjadi mudah lelah.
Anak perlu dipastikan tetap memiliki waktu istirahat yang cukup. Orangtua perlu mengenali tanda-tanda anak yang mengalami kelelahan, seperti mudah rewel, lesu, sering menguap, dan tidak bersemangat saat bermain.
“Orang tua perlu mengantisipasi dengan memberi waktu istirahat yang cukup, baik dengan tidur maupun sekadar duduk santai,” katanya.
Selain itu, orangtua juga harus mengetahui jika anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. Biasanya anak yang mengalami dehidrasi akan mengalami mulut yang kering, jarang buang air kecil, mata tampak cekung, dan kulit terlihat pucat.
Pastikan orangtua mengenakan pakaian untuk anak yang sesuai dengan cuaca saat itu. Pilih pakaian yang nyaman, jika perlu ganti pakaian jika anak mudah berkeringat.
Sediakan pula air minum yang cukup dan camilan sehat untuk mencegah dehidrasi pada anak. Saat bepergian, sebaiknya selalu sediakan obat-obatan dasar seperti obat penurun demam, minyak telon, plester luka, serta tisu basah.





