Awas, CV Polesan AI Tak Menarik Bagi Perekrut

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Ada fenomena menarik di dunia kerja. Setelah Lebaran, sebagian pekerja pindah pekerjaan. Menunggu pencairan tunjangan hari raya cair dan menghabiskan libur Lebaran, menjadi momentum untuk menutup bab lama sekaligus jeda sebelum memasuki bab baru.

Kecenderungan ini terekam oleh sistem LinkedIn, media sosial khusus para profesional. Pada 2019, misalnya, LinkedIn pernah merilis data yang isinya menyebutkan, ada peningkatan 9–10 persen pengguna akun LinkedIn di Indonesia yang mempunyai pekerjaan baru setelah Lebaran.

Baca JugaDokumen Lamaran Kerja Pun Diseleksi Mesin Kecerdasan Buatan

Bagaimana dengan Lebaran kali ini? Barangkali ada saudara atau teman Anda yang sedang mencari pekerjaan baru. Atau bahkan Anda sendiri sedang mencari? Siapa pun dan jenis pekerjaan baru apa pun yang sedang dicari, satu hal yang pasti, daftar riwayat hidup (curriculum vitae/CV) perlu diperbarui.

Tak sedikit yang mencari tips membuat CV agar efektif mencuri hati perekrut. Ini dilakukan dengan beberapa cara, mulai mencari pakem penulisan CV yang efektif hingga menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Sayangnya, kebiasaan umum seperti ini justru memicu masalah bagi pencari kerja.

Pendiri StratEx (konsultan bisnis Indonesia), Leigh McKiernon, dalam nawala Career Condour yang dikutip Senin (23/3/2026), di Jakarta, berpendapat, jasa tulis ulang CV yang di antaranya ditawarkan oleh perusahaan platform teknologi kecerdasan buatan seringkali menjual janji berlebihan. Padahal, hasilnya hanya mempercantik bahasa tanpa memperkuat isi. 

“Banyak layanan tulis ulang CV sekadar mengganti kata-kata biasa menjadi terdengar lebih “profesional”. Misalnya, menambahkan jargon seperti strategic leadership, stakeholder alignment, atau cross-functional synergy. Padahal, substansi pengalaman kerja pelamar tidak berubah,” ujar dia. 

Banyak layanan tulis ulang CV sekadar mengganti kata-kata biasa menjadi terdengar lebih “profesional”.

Masalah utama CV bukan terletak pada redaksi bahasa, melainkan pada cara kandidat memahami dan mengingat pencapaian mereka sendiri. Sejumlah pekerja hanya mengingat tugas sehari-hari, bukan dampak nyata dari pekerjaan yang pernah dilakukan. 

Kebanyakan CV yang dibantu tulis ulang oleh orang lain dan aplikasi digital yang disisipi teknologi kecerdasan buatan hanya berisi kerangka dasar, seperti jabatan, tanggung jawab, dan potongan pengalaman kerja.

CV semacam itu tidak memuat hal-hal yang sebenarnya dinilai penting oleh perekrut. Di antaranya adalah konteks proyek, keputusan penting yang diambil, hasil bisnis yang dicapai, skala tanggung jawab, hingga kompleksitas situasi kerja yang dihadapi.

Hal yang paling menentukan dalam CV adalah bukti pencapaian. Leigh mengatakan, CV yang terstruktur, berorientasi pada pencapaian, dan menampilkan hasil terukur cenderung menghasilkan penilaian yang lebih baik dari perekrut serta bakal memperoleh peluang gaji yang lebih tinggi.

Saat seseorang menceritakan pekerjaannya secara rinci, pola-pola penting mulai terlihat. Sebagai contoh, perilaku kepemimpinan, pemikiran strategis, serta hubungan antara tindakan individu dan hasil bisnis. Bagi pencari kerja yang mengejar posisi lebih tinggi, perekrut pasti mencari bukti nyata. 

Baca JugaMengejar Lowongan Kerja: 300 Kali Berharap, 300 Kali Kecewa

Bukan berarti, pencari kerja harus anti dengan aplikasi pembuatan dan jasa tulis ulang CV yang sekarang banyak disisipi teknologi kecerdasan buatan. Leigh berpendapat, aplikasi seperti itu bukan masalah utama dalam pembuatan CV, melainkan cara penggunaannya.

“Oleh karena itu, CV tidak bisa benar-benar diperbaiki hanya dengan ditulis ulang oleh orang lain, bahkan oleh aplikasi-aplikasi pembuatan CV yang kini banyak disisipi teknologi kecerdasan buatan,” kata dia.

Saat ini, ia melanjutkan, perekrut menerima banyak CV yang cenderung seragam karena dipenuhi aneka frase umum hasil bantuan teknologi kecerdasan buatan. Misalnya, passion for innovation, strategic execution, dan proven track record

Teknologi kecerdasan buatan bisa berfungsi sebagai penggali. Namun, jika bahan yang dimasukkan dangkal, hasilnya juga akan tetap dangkal.

Teknologi kecerdasan buatan juga dapat membantu memperbaiki tata bahasa dan kejelasan tulisan sehingga mampu meningkatkan peluang kandidat lolos. Namun, Leigh mengingatkan, peningkatan itu hanya membantu memperhalus tampilan, bukan mengubah kualitas substansi CV.

Baca JugaAI Memudahkan Pelamar Kerja, Bagaimana Menjaga Keasliannya?

Talent Acquisition Manager Jobstreet by Indonesia, Ria Novita, saat dihubungi dari Jakarta, Senin (23/3/2026), mengatakan, masih banyak pencari kerja yang fokus kepada tampilan CV dan apakah CV mereka mudah diproses oleh sistem penyaringan otomatis perusahaan (Applicant Tracking System/ATS). Mereka kadang melupakan betapa penting isi dan struktur CV.

Perekrut hanya menghabiskan rata-rata 10 detik saat memeriksa CV pelamar kerja. Setelah itu, perekrut bakal memutuskan apakah CV tersebut akan masuk tahap seleksi selanjutnya atau tidak.

Menurut Ria, ada tiga faktor utama yang dinilai perekrut saat 10 detik memeriksa CV pelamar. Pertama, struktur yang mudah dibaca, jelas, mudah menemukan informasi yang dicari.

Kedua, relevan. Jika pekerja yang sudah berpengalaman, perekrut bakal menilai apakah pengalaman beberapa tahun terakhir relevan dengan posisi yang dilamar. Kemudian, apabila lulusan baru, perekrut bakal menilai apakah latar belakang pendidikan, magang dan organisasi kandidat memiliki relevansi dengan kebutuhan posisi yang dibuka.

Ketiga, pencapaian. Perekrut bakal membaca capaian apa saja yang sudah dilakukan oleh pelamar, prestasi yang dibuat, dan apakah capaian atau prestasi itu memiliki dampak. 

“Intinya, kandidat perlu berlatih bercerita atau “story telling” dengan metode terstruktur, seperti STAR (Situation, Task, Action, Result). Hal paling tepat adalah bercerita dengan memberikan contoh riil atau nyata berdasarkan kejadian yang pernah dialami. Latihan seperti ini juga berguna ketika CV lolos ke tahap wawancara,” kata Ria.

President dan Chief People Officer di Salesforce, Nathalie Scardino, dalam sesi diskusi bersama Business Insider, 30 Januari 2026, mengatakan, setiap tahun perusahaan menerima sekitar dua juta lamaran. Sementara, kapasitas perekrutan di Salesforce tidak besar.

Oleh karena itu, sekitar tiga tahun lalu, Salesforce mulai melihat bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat meningkatkan kapasitas tim perekrut. Salesforce akhirnya bekerja sama dengan Adecco dan mitra kami di Indeed.

”Terus terang, kami sangat berpegang pada apa yang tidak akan digunakan, yaitu keputusan melanjutkan menerima atau tidak pelamar. Salah satu yang kami lakukan sejak 2025 adalah kami menilai bakat dalam diri kandidat,” ujar Nathalie.

Baca JugaStrategi Wawancara Kerja, Mencari Kecocokan Budaya, Organisasi, dan Pekerjaan

Jadi untuk tim perekrut, dia meminta mengubah pertanyaan, yakni bukan semua pengalaman kerja kandidat yang Salesforce cari, tetapi Salesforce cari adalah kemampuan kandidat untuk belajar. Banyak penilaian perusahaan didasarkan pada kemampuan adaptasi kandidat.

Misalnya, kandidat diminta menunjukkan contoh nyata kemampuan mereka untuk menggunakan berbagai aplikasi dan mengelola hubungan. Tanggung jawab tim perekrut Salesforce sekarang adalah menilai kemampuan belajar seorang kandidat karyawan.

Jadi bagaimana dengan teman, saudara, atau Anda sendiri? Apakah Lebaran kali ini menjadi jeda antara bab lama dan bab baru dalam karir? Melangkah ke bab baru dalam karir kerja, bukan cuma soal keberanian pindah kerja. Hal ini juga menuntut kesiapan menjual diri, termasuk menyusun CV secara jujur, spesifik, dan terukur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG: Waspada hujan disertai kilat-angin di mayoritas kota besar RI
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Polri Imbau Warga Utamakan Keselamatan Saat Bepergian Selama Libur Lebaran
• 23 jam laludetik.com
thumb
H+1 Lebaran: Kota Bandung Mulai Dipadati Wisatawan, Jalur Perbatasan Padat Merayap
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Marseille Vs Lille: Verdonk Solid, Les Dogues Curi Poin Penuh di Markas Les Minots
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Cieee! Nadif Zahiruddin Keciduk Rayakan Lebaran di Rumah Azizah Salsha
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.