KOMPAS.com - Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi dua kali.
Berdasarkan prediksi tersebut, puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan gelombang kedua pada 28–29 Maret 2026.
Lonjakan arus balik diperkirakan sejalan dengan tingginya mobilitas selama periode Lebaran yang mencapai sekitar 143,9 juta perjalanan.
Sekitar 52 persen dari total pergerakan tersebut diprediksi menggunakan kendaraan pribadi, sehingga berpotensi memicu kepadatan di jalur tol dan arteri, khususnya yang menghubungkan wilayah Jabodetabek dengan berbagai daerah di Pulau Jawa maupun luar Jawa.
Baca juga: Catat! Ini Tanggal Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026
Rekayasa Lalu Lintas DisiapkanUntuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Korlantas Polri menyiapkan sejumlah strategi, termasuk rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) nasional yang direncanakan mulai 24 Maret 2026.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Marupa Sagala, menyebut pola arus balik tahun ini memang terbagi dalam dua tahap.
“Berdasarkan prediksi, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 24 Maret serta 28 hingga 29 Maret 2026,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, menambahkan kebijakan one way nasional merupakan hasil koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Kementerian Perhubungan dan operator jalan tol.
Selain itu, langkah antisipatif juga telah disiapkan sejak 22–23 Maret 2026, termasuk kemungkinan penerapan one way lokal secara bertahap di titik-titik rawan kepadatan.
Baca juga: Puncak Arus Balik Diprediksi Lampaui Mudik, Dipadati 285.000 Kendaraan
Imbauan Atur Waktu PerjalananPolri mengimbau masyarakat untuk tidak kembali secara bersamaan pada puncak arus balik.
Salah satu opsi yang disarankan adalah memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) agar perjalanan dapat dilakukan lebih fleksibel.
Agus menyarankan pemudik menjadwalkan perjalanan di luar puncak, khususnya pada rentang 26–28 Maret 2026, guna menghindari kepadatan ekstrem.
Baca juga: Puncak Arus Balik Diprediksi Rabu, Ada 51.100 Penumpang Kereta Kembali ke Jakarta
Puncak Arus Balik Kereta ApiDi sektor perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 1 Jakarta memprediksi puncak arus balik terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026.
Manager Humas KAI Daop 1, Franoto Wibowo, menyebut jumlah kedatangan penumpang diperkirakan mencapai 51.100 orang dalam satu hari, melalui Stasiun Pasar Senen, Gambir, Bekasi, dan Jatinegara.
Arus balik kereta api berlangsung sejak 23 hingga 29 Maret 2026, dengan rata-rata sekitar 50.000 penumpang tiba setiap hari di wilayah Daop 1 Jakarta.





