Pantau - Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menganugerahkan penghargaan internasional Bali Bhuwana Nata Kerthi Nugraha 2026 kepada Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan, Dr. M. Fadjroel Rachman, dalam acara wisuda di Bali.
Apresiasi Kontribusi Seni dan IlmuPenghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Fadjroel dalam mengembangkan pemikiran yang menjembatani seni, ilmu pengetahuan, dan humanisme global.
“Ini pertama kalinya saya merasakan suasana wisuda yang begitu megah dan agung, paduan kekayaan budaya tradisional dan modern Bali serta Indonesia. Sebuah pengalaman cita-rasa seni dan ilmu yang tak terlupakan, sangat monumental,” ujarnya.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor ISI Bali Prof. I Wayan “Kun” Adnyana dalam upacara di Kirtya Sabda Mahottana pada 27 Februari 2026.
Sampaikan Orasi dan Perkuat Diplomasi BudayaFadjroel juga menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Revolusi Simbolik Seni dan Ilmu, Metarevolusi Humanisme Global” dalam sidang senat terbuka.
“Saya yakin perkembangan progresif seni dan ilmu, akan menuju ke arah metarevolusi kemanusiaan global, untuk kebahagiaan manusia global," ungkapnya.
Selain itu, ia menilai sinergi seni, ilmu, dan diplomasi mampu membangun peradaban yang humanis dan berkelanjutan.
Wisuda Jadi Ajang Perayaan BudayaAcara wisuda ISI Bali diikuti sekitar 600 lulusan dari jenjang sarjana hingga doktor dan dimeriahkan berbagai pertunjukan seni khas Bali.
Kegiatan juga diisi pembacaan puisi oleh Fadjroel bersama seniman lain serta penampilan khusus sutradara Riri Riza.
Momen ini sekaligus memperkuat diplomasi budaya Indonesia, termasuk melalui kegiatan seperti Bali Night Festival di Kazakhstan yang disebut meningkatkan citra Bali di mata dunia.



