China memperingatkan bahwa serangan lebih lanjut di Timur Tengah (Timteng) berisiko menciptakan situasi yang tak terkendali di wilayah yang dilanda perang tersebut. Wanti-wanti China setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran.
Dilansir AFP, Senin (23/3/2026), Trump memberi Teheran tenggat waktu 48 jam pada Sabtu (21/3), untuk mengakhiri blokade sebagian Selat Hormuz, jalur air sempit menuju Teluk yang dilalui sekitar 20% minyak dunia, atau berisiko diserang infrastruktur energi vitalnya.
Konflik dan dampaknya terhadap Hormuz telah mengancam keamanan energi global serta pasokan minyak China dan "penggunaan kekuatan hanya akan menyebabkan lingkaran setan", kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers, ketika ditanya tentang ancaman Trump.
"Jika perang meluas lebih jauh dan situasi memburuk lagi, seluruh wilayah dapat terjerumus ke dalam situasi yang tak terkendali," katanya.
(rfs/imk)





