Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan jumlah pengguna LRT Jabodebek pada periode hari pertama dan kedua Lebaran 1447 H (21–22 Maret 2026), sebesar 79% secara tahunan.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika menyampaikan, selama 2 hari tersebut, jumlah pengguna melonjak menjadi 102.648 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 57.308 pengguna.
Radhitya menyampaikan, peningkatan ini sejalan dengan kebijakan tarif spesial Rp1 yang diterapkan pada 2 hari pertama Lebaran 2026, serta dukungan operasional sebanyak 430 perjalanan per hari, yang memberikan fleksibilitas dan kemudahan mobilitas bagi masyarakat selama Lebaran 2026.
“Lonjakan pengguna LRT Jabodebek tahun 2026 dibandingkan tahun lalu menunjukkan bahwa kebijakan tarif Rp1 efektif dalam mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (23/3/2026).
Berdasarkan pantauan dari pelayanan petugas di stasiun, masih terdapat masyarakat yang baru pertama kali menggunakan LRT Jabodebek. Tecermin dari banyaknya pertanyaan terkait cara pembelian tiket dan penggunaan layanan.
Untuk itu, Radhitya memandang bahwa kebijakan tarif Rp1 efektif membuka akses sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju transportasi publik.
Baca Juga
- Masyarakat Sambut Positif Penetapan Tarif Rp1 MRT-LRT hingga Transjakarta saat Libur Lebaran
- KAI Tebar Promo Tarif LRT Jabodebek Rp1 pada Lebaran 2026
- LRT Jabodebek Berlakukan Tarif Khusus Rp1 saat Lebaran 2026, Cek Jadwalnya
“Secara langsung, LRT Jabodebek turut berkontribusi pada efisiensi ekonomi masyarakat, pengurangan kemacetan, serta mendukung transportasi yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.
Secara terperinci, jumlah pengguna layanan LRT Jabodebek pada 21 Maret 2026 mencapai 39.850 orang, atau meningkat 74% dari 22.844 orang pada Lebaran 2025. Kemudian, pada 22 Maret 2026, pengguna mencapai 62.798 orang atau meningkat 82% dari 34.464 orang.
Berdasarkan akumulasi data 2 hari, stasiun dengan volume pengguna tertinggi adalah Dukuh Atas, dengan total pelanggan tap in sebanyak 20.892 orang dan tap out sebanyak 22.530 orang.
Menurut Radhitya, selain tarif terjangkau, peningkatan pengguna juga didorong oleh konektivitas dengan moda lain, seperti KRL, Kereta Cepat Whoosh, KA Bandara, MRT, hingga Transjakarta.
Selain itu, juga akses ke pusat aktivitas, kawasan bisnis, dan destinasi rekreasi, serta layanan yang konsisten dengan frekuensi perjalanan tinggi.





