Gertak Balilk Trump, Iran Ancam Serang Pembangkit Listirk di Teluk

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran mengeluarkan ultimatum terbaru pada Senin berisi ancaman akan menyerang pembangkit listrik Timur Tengah yang menggerakkan pangkalan militer Amerika. Serangan itu akan mereka lakukan jika Presiden AS Donald Trump menjalankan gertakannya akan menyerang fasilitas pembanglit Iran jika selat Hormuz tak dibuka.

Pernyataan dari Garda Revolusi paramiliter Iran menandai upaya terbaru Teheran untuk mencoba menjelaskan serangannya terhadap negara-negara Teluk Arab. Televisi pemerintah Iran membacakan pernyataan tersebut pada Senin pagi waktu setempat.

Baca Juga
  • Mufti Agung Libya dari Sunni Serukan Umat Islam Bela Iran
  • Angkatan Bersenjata Iran Ubah Pola Perang dengan Zionis-AS dari Bertahan ke Strategi Menyerang
  • Terungkap Rencana Jahat AS-Israel Perangi Iran, Dipersiapkan Matang oleh Mossad

“Apa yang kami lakukan adalah mengumumkan keputusan kami bahwa jika pembangkit listrik diserang, Iran akan membalas dengan menargetkan pembangkit listrik milik rezim penjajah (Israel) dan pembangkit listrik negara-negara regional yang memasok listrik ke pangkalan AS, serta infrastruktur ekonomi, industri dan energi yang dimiliki oleh Amerika,” bunyi pernyataan itu.

“Jangan ragu bahwa kami akan melakukan ini.”

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Trump memperingatkan pada Ahad pagi bahwa AS akan menargetkan pembangkit listrik Iran dalam waktu 48 jam jika Selat Hormuz tetap ditutup oleh serangan Iran terhadap kapal-kapal pelayaran. iran menutup selat itu sebagai tanggapan atas serangan ilegal AS-Israel sejak 28 Februari lalu yang telah menewaskan lebih dari 1.500 warga Iran termasuk pemimpin tertinggi Ayatullah ali Khamenei.

Setelah Iran mengancam pembangkit listrik di Timur Tengah, outlet berita menerbitkan daftar fasilitas tersebut, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab.

Laporan dari kantor berita semi-resmi Fars, yang dekat dengan Garda Revolusi, tampaknya merupakan ancaman tidak langsung terhadap lokasi-lokasi tersebut, termasuk pabrik desalinasi di Timur Tengah. 

Daftar tersebut juga mencakup pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di UEA, yang memiliki empat reaktor di gurun barat negara itu dekat perbatasannya dengan Arab Saudi. Kantor berita pengadilan Mizan juga menerbitkan daftar tersebut.

Ancaman dari Teheran menimbulkan risiko terhadap pasokan listrik dan air di negara-negara Teluk Arab, terutama karena negara-negara gurun pasir menggabungkan pembangkit listrik mereka dengan pabrik desalinasi yang penting untuk memasok air minum.

Batas waktu 48 jam yang diumumkan Trump akan berakhir tepat sebelum tengah malam GMT pada Selasa. Hal ini semakin meningkatkan pertaruhan perang yang sedang berlangsung dengan Iran yang telah mengganggu pasokan energi global, menyebabkan melonjaknya harga gas alam dan bensin.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Silaturahmi Lebaran, Seskab Ungkap Prabowo Telepon Erdogan, MBS, Raja Yordania, hingga PM Pakistan
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Terungkap! 8 dari 10 Pria di Jakarta Belum Menikah
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sempat Diberlakukan One Way, Jalur Gentong hingga Pertigaan Malangbong Masih Padat Merayap
• 56 menit lalutvrinews.com
thumb
Emiten Grup Djarum TOWR Cetak Laba Bersih Rp3,67 Triliun pada 2025
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Tak Tinggal Diam, Gubernur Dedi Mulyadi Semprot Orang Ini di Gedung Pakuan
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.