Volume kendaraan meninggalkan Jabotabek pada libur Lebaran 2026 masih tinggi hingga Minggu (22/3/2026). Berdasarkan catatan harian, masih terdapat 210.209 kendaraan yang meninggalkan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan, angka itu lebih tinggi sebesar 57,3 dibandingkan lalu lintas normal. Ratusan ribu kendaraan itu tercatat meninggalkan Jabotabek melalui empat gerbang tol utama (GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Merak).
Baca juga: Arus Balik di Lingkar Gentong, Macet Mengular hingga 22 Kilometer Arah Garut
"Lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek tercatat sebanyak 210.209 kendaraan, meningkat sebesar 57,3 dibanding normal 133.637 kendaraan," ujar Rivan, Senin (23/3/2026).
Untuk volume lalu lintas kembali ke Jabotabek di empat gerbang tol utama tercatat 170.681 kendaraan, masih lebih rendah 2,9 dari lalu lintas normal (175.739 kendaraan). Dia mengimbau masyarakat mengatur perjalanan kembali ke Jabotabek. "Melihat masih tingginya lalu lintas mudik yang meninggalkan wilayah Jabotabek hingga H+1 Lebaran, Jasa Marga mengimbau masyarakat yang saat ini masih berada di kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabotabek," katanya.Masyarakat diimbau menghindari puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada dua gelombang yakni 24 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.
"Bagi pengguna jalan yang memiliki fleksibilitas waktu dapat menggeser perjalanan kembali ke Jabotabek periode pemberlakuan Work From Anywhere (WFA) pada Rabu-Jumat (25-27 Maret 2026) agar tidak terjadi kepadatan kendaraan saat puncak arus balik," ujar Rivan.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan program diskon tarif tol sebesar 30 yang diberlakukan pada periode arus balik tanggal 26–27 Maret 2026 di sembilan ruas tol Jasa Marga Group dengan skema perjalanan menerus sebagai upaya mendorong distribusi lalu lintas yang lebih merata serta meminimalkan potensi kepadatan.
"Untuk menghindari penumpukan kendaraan, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan pada waktu-waktu favorit seperti pagi dan malam hari serta mengantisipasi potensi kepadatan di jalur menuju destinasi wisata yang umumnya mengalami peningkatan volume lalu lintas pascaperayaan Hari Raya Idulfitri," ungkapnya.
Original Article




