Polisi mengungkap alasan Fuad, pelaku pembunuhan cucu Mpok Nori, Dwintha Anggary (37), melarikan diri dengan membawa karpet usai kejadian, Jumat (20/3). Rekaman Fuad membawa karpet pun terekam kamera CCTV di sekitar lokasi pembunuhan.
"Pelaku mengaku bahwa pada saat selesai dia membunuh korban, dia takut dan panik, sehingga dia mengambil membawa karpet itu, sebenarnya tidak ada tujuan spesifik untuk apa," kata Panit Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Fechy J. Ataupah, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/3).
Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat lari terburu-buru dari lokasi sambil membawa karpet. Polisi telah mengonfirmasi langsung hal tersebut kepada pelaku saat pemeriksaan.
"Karpet sendiri, kami sudah tunjukkan CCTV tersebut pada saat proses pemeriksaan," ujarnya.
Ditangkap Saat Hendak Kabur ke SumateraFuad ditangkap saat hendak melarikan diri ke Pulau Sumatera—setelah sebelumnya berpindah-pindah dari Bogor hingga Sukabumi.
WN Irak itu berhasil diringkus pada Sabtu (21/3) sekitar pukul 12.49 WIB di Jalan Tol Tangerang-Merak KM 68, Banjaragung, Kota Serang, Banten, saat berada di dalam bus.
"Ke Sumatera enggak ada kenalan, random. Dia berusaha menjauh dari TKP," kata Fechy.
"Jadi pada saat dia melarikan diri, setelah membunuh itu dia sempat ke luar kota, ke Bogor dan Sukabumi, berpindah-pindah," sambungnya.
Fuad telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan ini. Ia dijerat dengan Pasal 486 Sub 468 KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama 15 tahun.





