Presiden Prabowo Subianto menargetkan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP) yang rampung pembangunannya pada 2026. Ia mengatakan saat ini sudah ada 90 Kampung Nelayan yang sudah beroperasi.
Prabowo menjelaskan setiap kampung tersebut dirancang untuk mengelola antara 600 hingga 2.000 keluarga.
“Satu Desa (Nelayan) Merah Putih itu akan mengelola 600 sampai 2.000 kepala keluarga. Ini bukan menciptakan lapangan kerja baru, tapi meningkatkan taraf hidupnya,” kata Prabowo dalam diskusi bertajuk Presiden Prabowo Menjawab Part 2 di laman YouTube Prabowo Subianto, dikutip pada Senin (23/3).
Prabowo memastikan,berbagai fasilitas akan disediakan, seperti pabrik es, SPBU khusus nelayan untuk mempermudah akses bahan bakar, serta dukungan agar kapal nelayan dapat melaut lebih lama.
“Kita bikin pilot project di Biak, penghasilannya nelayan-nelayan itu naik rata-rata 60 persen sampai 80 persen. Ini juga menimbulkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Prabowo.
Prabowo Yakin Ekonomi RI Capai 8 PersenSelain kampung nelayan, Prabowo yakin dampak program-program prioritas lainnya, termasuk rencana hilirisasi akan memberikan nilai tambah besar bagi perekonomian.
Prabowo juga menyinggung target pembangunan satu juta rumah sebagai bagian dari program perumahan rakyat. Ia menjelaskan, setiap pembangunan satu unit rumah diperkirakan melibatkan sekitar lima tenaga kerja, seperti tukang bangunan, tukang kayu, dan teknisi listrik.
“Jadi dengan bikin satu rumah, kita butuh kabel, kita butuh pipa, kita butuh alumunium. Kalau kita 1 juta rumah aja tuh udah 5 juta orang kerja,” sebut Prabowo.
Dengan berbagai program prioritas yang dijalankan, Prabowo optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dapat melampaui 8 persen. “Saya yakin, saat ini berjalan itu (perekonomian RI) akan lebih tinggi dari 8 persen,” tutur Prabowo.





