Mohammad Bagher Ghalibaf Ketua Parlemen Iran memperingatkan, infrastruktur energi dan minyak di kawasan tersebut dapat mengalami kehancuran “yang tak terpulihkan” jika Amerika Serikat menargetkan fasilitas energi Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Ghalibaf melalui platform media sosial X, menyusul ancaman Donald Trump Presiden Amerika Serikat yang disebut akan “menghantam dan memusnahkan” pembangkit listrik Iran apabila Selat Hormuz tidak dibuka kembali dalam waktu 48 jam.
Dilansir dari Antara, Ghalibaf menegaskan, setiap serangan terhadap infrastruktur vital Iran akan berdampak luas terhadap stabilitas kawasan.
“Setiap serangan akan menjadikan infrastruktur vital serta fasilitas energi dan minyak di seluruh kawasan sebagai sasaran yang sah,” tulisnya, seraya memperingatkan potensi lonjakan harga minyak global dalam jangka panjang.
Sebelumnya, komando militer utama Iran, Khatam al-Anbiya Central Headquarters, juga mengeluarkan peringatan serupa.
Mereka menyatakan, serangan terhadap infrastruktur energi Iran akan dibalas dengan serangan terhadap fasilitas energi, teknologi informasi, dan instalasi desalinasi air milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan Asia Barat.
Ketegangan semakin memanas setelah pernyataan mantan pejabat keamanan nasional Iran, Ali Larijani, yang sebelumnya memperingatkan penghancuran kapasitas listrik Iran dapat menyebabkan kawasan “terjerumus ke dalam kegelapan dalam waktu setengah jam”.
Di tengah eskalasi tersebut, laporan menyebutkan, konflik bersenjata antara AS–Israel dan Iran telah berlangsung sejak 28 Februari, dengan korban jiwa termasuk sejumlah tokoh senior Iran serta warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah melancarkan gelombang serangan ke-73, yang disebut menimbulkan korban lebih dari 200 orang di Israel.
Target serangan mencakup fasilitas militer di beberapa kota, termasuk Arad, Dimona, Eilat, Be’er Sheva, dan Kiryat Gat, serta sejumlah pangkalan AS di Kuwait dan Uni Emirat Arab.
Dalam laporan terpisah, militer Iran juga menyebut telah meluncurkan serangan drone Arash-2 ke Bandar Udara Ben Gurion di Israel, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita IRNA.(ant/saf/rid)




