Pantau - Presiden Prabowo Subianto melakukan sambungan telepon kepada sejumlah pemimpin negara dalam suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sebagai bagian dari silaturahmi antarnegara muslim.
Kegiatan tersebut dilakukan setelah Presiden menyelesaikan rangkaian agenda Idulfitri di dalam negeri yang berlangsung sejak malam takbiran hingga gelar griya di Istana Kepresidenan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, "Dalam beberapa hari di suasana Idulfitri ini, Presiden Prabowo melaksanakan silaturahmi melalui sambungan telepon dengan para pemimpin negara muslim, di antaranya Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdoğan, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, Raja Abdullah II dari Kerajaan Yordania, dan Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman," ungkapnya.
Rangkaian Kegiatan Idulfitri PresidenRangkaian kegiatan Presiden dimulai dari malam takbiran di Medan, Sumatera Utara pada Jumat malam.
Keesokan harinya Presiden melaksanakan shalat Id di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada Sabtu pagi.
Setelah itu Presiden mengikuti agenda halalbihalal dan gelar griya di Istana Kepresidenan RI hingga sore hari sebelum melakukan komunikasi internasional.
Makna Diplomasi dan Penguatan HubunganTeddy juga menyebutkan bahwa Presiden masih akan melanjutkan komunikasi dengan pemimpin negara lainnya dalam waktu dekat.
"Beberapa Kepala Negara lainnya juga akan dihubungi dalam waktu dekat, menunggu konfirmasi dari masing-masing negara," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa silaturahmi melalui sambungan telepon ini tidak hanya menjadi tradisi Idulfitri tetapi juga memiliki makna diplomatik yang kuat.
"Silaturahmi ini menjadi wujud eratnya persaudaraan dan kerja sama antarnegara-negara muslim sekaligus memperkuat hubungan bilateral di tengah suasana penuh keberkahan," jelasnya.
Sekretariat Presiden menilai kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia di dunia Islam sebagai penghubung persatuan global.
"Momen ini menjadi penegasan bahwa Indonesia tidak hanya hadir sebagai negara muslim terbesar, tetapi juga sebagai jembatan persatuan yang membawa pesan damai, kerja sama, dan harapan bagi dunia Islam. Idulfitri pun menjadi lebih dari sekadar perayaan, tetapi sekaligus sebagai ruang diplomasi, penguat ukhuwah, dan simbol komitmen Indonesia untuk terus merajut persatuan global," demikian disampaikan.




