JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi mengungkap motif pembunuhan Dwintha Anggary, cucu pelawak dan seniman legendaris Mpok Nori, yang dilakukan oleh suami sirinya, Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad, warga negara Irak.
Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Fechy J. Ataupah, menjelaskan hubungan korban dan pelaku sebenarnya telah merenggang sejak Oktober 2025.
Sejak saat itu, Dwintha bersama keluarganya meminta Fuad untuk menjatuhkan talak. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pelaku.
“Sudah diminta untuk melakukan talak, tapi berdasarkan pengakuan pelaku, dia tidak mau,” ujar Fechy di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/3/2026).
Di sisi lain, korban diketahui telah menjalin hubungan dengan pria lain. Namun menurut pengakuan Fuad, status mereka masih sebagai suami-istri.
Sehari sebelum Lebaran, Fuad mengaku melihat korban bersama pria lain di sebuah bazar Ramadan. Ia sempat menghampiri dan terjadi pertengkaran sebelum keduanya berpisah.
Pada malam harinya, pelaku kembali mendatangi kontrakan korban yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya.
Baca juga: Kronologi Pembunuhan Cucu Mpok Nori oleh Eks Suami Sirinya WN Irak
Di lokasi tersebut, ia kembali mendapati korban bersama pria yang sama, sehingga memicu pertengkaran kedua.
Pelaku kemudian diusir dan kembali ke kontrakannya untuk menenangkan diri. Namun, rasa cemburu mendorongnya kembali mendatangi korban dengan membawa sebilah pisau.
“Di sana dia masuk, terjadi pertengkaran. Pelaku sempat mencekik korban. Karena korban berusaha memberontak, pelaku akhirnya mengambil pisau dan menyayat leher korban,” kata Fechy.
Setelah kejadian, pelaku sempat melarikan diri ke Bogor dan Sukabumi. Ia bahkan berencana melarikan diri ke Sumatera melalui jalur darat dan laut.
Namun, pelariannya terhenti setelah ditangkap di ruas Tol Tangerang–Merak pada Sabtu (21/3/2026) siang.
Kini, Fuad telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dan terancam hukuman penjara hingga 15 tahun.
Baca juga: WN Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori Sengaja Ngontrak Dekat Rumah Korban di Jaktim
Korban Ditemukan KeluargaSebelumnya, Dwintha ditemukan tewas di kontrakannya di Jalan Daman I, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Penemuan bermula saat ibu dan adik korban hendak membangunkannya. Karena tidak mendapat respons, sang adik masuk melalui jendela yang terbuka dan menemukan korban sudah tidak bernyawa.
“Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi terdapat darah mengering di lantai dan kasur,” ujar Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy.
Menurut keterangan keluarga, pelaku sempat beberapa kali terlihat berada di sekitar rumah korban sehari sebelum kejadian.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi sebelum dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



