JAKARTA, KOMPAS.com – Dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Stasiun Manggarai dipadati penumpang pada Senin (23/3/2026) sore.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, peron jalur kereta tujuan Bogor dan Bekasi terlihat ramai oleh penumpang yang hendak naik maupun turun di stasiun tersebut.
Namun, suasana kali ini terasa berbeda. Jika biasanya didominasi pekerja yang pulang beraktivitas, kini penumpang justru didominasi keluarga, termasuk orangtua yang menggandeng anak-anak.
Baca juga: Stasiun Tanah Abang Padat Penumpang H+2 Lebaran, Didominasi Keluarga
Sejumlah orangtua tampak duduk di lantai peron bersama anaknya karena keterbatasan bangku.
Petugas beberapa kali mengingatkan penumpang agar tidak menumpuk di satu titik dan diminta untuk bergeser.
Baca juga: Bukan Pekerja, KRL Green Line Dipadati Penumpang Liburan Lebaran
Imbauan juga terus disampaikan melalui pengeras suara agar penumpang tidak memenuhi satu area peron.
Salah satu penumpang, Asep (30), warga Karawang, mengaku datang ke Jakarta untuk berlibur ke Monas bersama istri dan kedua anaknya.
"Tadi pagi berangkat Jam 10.00 WIB buat piknik ke Monas naik KRL, terus niatnya mau lanjut ke Kota Tua, tetapi sudah pada capek, ya balik saja," jelas Asep di Stasiun Manggarai, Senin.
Selain berwisata, dirinya juga ingin mengunjungi mertuanya yang berada tak jauh dari kawasan Monas, Jakarta Pusat.
"Milih naik KRL karena murah sih, terus kan praktis juga buat libutan ngajak keluarga," jelasnya.
Ada pula Yogi yang baru tiba dari Bogor dan melakukan transit di Manggarai untuk melanjutkan perjalanan menuju Tangerang.
“Saya di Manggarai hanya transit mau pulang ke Tanggerwng setelah menginap di Bogor. Pilih KRL karena murah dan juga menghindari macet, apa lagi ini libur lebaran,” ungkap Yogi.
Yogi sempat mengira KRL akan sepi karena masih dalam suasana libur Lebaran.
Namun, perkiraannya meleset karena perjalanan dari Bogor hingga Manggarai tetap padat.
“Cuma, menurut saya, keamanan di dalam gerbong masih kurang. Anak-anak kadang harus berdiri karena tidak mendapat tempat duduk,” tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang