Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Pasuruan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana dalam periode pemantauan Minggu, 22 Maret 2026 pukul 7.00 WIB hingga Senin, 23 Maret 2026 pukul 7.00 WIB.
Bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pasca Idulfitri.
Salah satu kejadian terjadi di Kota Pasuruan, Jawa Timur. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak Sabtu, 21 Maret 2026 malam hingga dini hari memicu banjir di sejumlah titik.
Kondisi diperparah oleh pasang air laut yang meningkatkan debit Sungai Welang hingga meluap ke permukiman warga.
Akibatnya, genangan air setinggi 5 hingga 40 cm merendam wilayah terdampak, terutama di Kecamatan Gadingrejo, meliputi Kelurahan Karangketug serta Desa Rujak Gadung dan Karang Asem. Sekitar 100 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan jumlah rumah yang terendam mencapai sekitar 100 unit.
Tim dari BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kota Pasuruan langsung melakukan asesmen di lokasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan berjalan optimal. Pemantauan ketinggian air juga terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan debit.
Peristiwa ini terjadi dalam periode status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Jawa Timur yang masih berlaku hingga 1 Mei 2026. Hingga Minggu, 22 Maret 2026, genangan air di sejumlah titik masih bertahan di kisaran 5 hingga 40 cm dan belum sepenuhnya surut.
BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi.
Warga diminta rutin memantau informasi cuaca, menjaga kebersihan saluran air, serta segera mengungsi ke tempat aman apabila terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda bencana.
Kewaspadaan dinilai penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat pada periode pasca Lebaran, yang berpotensi meningkatkan risiko terdampak bencana di berbagai daerah.
Editor: Redaktur TVRINews




