JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam pelariannya, pembunuh Dwintha Anggary yang merupakan cucu seniman legendaris Betawi Mpok Nori sempat berniat mengakhiri hidupnya di Sukabumi.
Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Fechy J. Ataupah, mengatakan pelaku bernama Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad itu juga sempat melarikan diri ke Bogor sebelumnya.
Namun, Fuad yang berkewarganegaraan Irak tersebut kemudian mengurungkan niatnya.
“Dia memang sempat mau bunuh diri, tapi diurungkan, kemudian dia memilih untuk pergi ke Pulau Sumatera,” ungkap Fechy kepada wartawan, Senin (23/3/2026).
Fechy menjelaskan, Fuad tidak memiliki tujuan spesifik di Sumatera. Ia berangkat menggunakan bus dari kawasan Ciledug, Tangerang, untuk menjauh dari lokasi kejadian perkara (TKP) dan menghilangkan jejak.
Baca juga: Kronologi Pembunuhan Cucu Mpok Nori oleh Eks Suami Sirinya WN Irak
“Kalau ke Sumatera enggak ada kenalan, random. Dia berusaha menjauh dari TKP,” ujar Fechy.
Belum diketahui alasan Fuad sempat berniat mengakhiri hidupnya. Namun, Fechy menyebut Fuad mengalami penyesalan setelah melakukan pembunuhan terhadap Dwintha.
Pelarian Fuad berakhir di ruas Tol Tangerang–Merak tak lama setelah jasad Dwintha ditemukan pada Sabtu (21/3/2026).
Saat ini, Fuad telah berstatus sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut dan terancam hukuman penjara hingga 15 tahun.
Polisi juga tengah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kedutaan Besar Irak untuk proses hukum lebih lanjut.
Baca juga: Motif Pembunuhan Cucu Mpok Nori Terungkap, Suami Siri Cemburu dan Tolak Talak
Sebelumnya diberitakan, Dwintha yang merupakan cucu Mpok Nori ditemukan tewas di kontrakannya pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Penemuan bermula saat ibu dan adik korban hendak membangunkan korban. Karena tidak mendapat respons, sang adik kemudian masuk melalui jendela yang terbuka dan menemukan korban telah meninggal dunia.
“Korban ditemukan meninggal di lantai dengan kondisi terdapat darah mengering di lantai dan kasur,” ujar Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, dalam keterangannya.
Menurut keterangan keluarga, Fuad yang merupakan warga negara Irak sempat beberapa kali terlihat di sekitar lokasi rumah korban sehari sebelum kejadian.
Jenazah korban sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi sebelum dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




