jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto membeberkan fakta terkait bergabungnya Indonesia menjadi anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Prabowo menegaskan Indonesia tidak pernah berjanji atau berkomitmen untuk menyumbang sebesar USD 1 miliar atau Rp 17 triliun.
BACA JUGA: Prabowo Telepon Erdogan, PM Sharif, MBS, dan Raja Yordania, Ini yang Dibicarakan
"Jadi, kami tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar," ujar Prabowo dalam sebuah wawancara di Jakarta, Minggu (23/3).
Prabowo juga menegaskan tidak ada komitmen keuangan apa pun yang pernah dijanjikan kepada Amerika Serikat terkait keikutsertaan Indonesia dalam BoP.
BACA JUGA: Kabar Gembira, Trump Sebut Dewan Perdamaian Bakal Gelontorkan USD 5 Miliar untuk Gaza
Namun, Prabowo kembali menegaskan bahwa tidak ada komitmen untuk membayar iuran sebagai anggota BoP.
"Tidak ada komitmen sama sekali," ucap dia.
Bahkan Prabowo membeberkan Indonesia absen dalam pertemuan founding donors yang belum lama diselenggarakan.
"Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar, tetapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali," tegas Prabowo.
Prabowo mengaku Indonesia siap menjadi bagian dari dewan perdamaian tersebut, namun hanya melalui kontribusi pasukan perdamaian untuk menjaga warga Gaza, bukan dana.
"Kami menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan," katanya.
Meski demikian, Prabowo menyampaikan pemerintah akan tetap mengikuti perkembangan di Gaza.
Termasuk memberikan bantuan untuk membangun kembali Gaza.
"Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kami punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana," jelasnya.(antara/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul



