DUNIA penerbangan Amerika Serikat (AS) menghadapi ujian berat sejak awal tahun 2025. Hanya beberapa hari setelah pelantikan Presiden Donald Trump pada Januari 2025, serangkaian insiden kecelakaan pesawat fatal mengguncang kepercayaan publik terhadap sistem kontrol lalu lintas udara (ATC) dan standar keamanan Federal Aviation Administration (FAA). Dari tabrakan di udara hingga kegagalan teknis pada pesawat komersial, rentetan peristiwa ini memicu perdebatan politik yang panas di Washington D.C.
Tragedi Sungai Potomac: Titik Balik Keamanan Udara ASTitik nadir keamanan udara AS terjadi pada 29 Januari 2025. Sebuah pesawat regional American Airlines (Flight 5342) bertabrakan dengan helikopter militer Black Hawk milik Angkatan Darat AS di atas Sungai Potomac, sesaat setelah lepas landas dari Bandara Ronald Reagan (DCA).
Insiden ini menewaskan 67 orang dan tercatat sebagai kecelakaan pesawat komersial fatal pertama di AS dalam 16 tahun terakhir. Tragedi ini menjadi katalisator bagi pemerintahan Trump untuk melakukan perombakan besar-besaran di tubuh FAA, dengan alasan bahwa sistem navigasi yang ada sudah usang dan terbebani oleh birokrasi.
Baca juga : Trump Tuduh Presiden Israel Bohong soal Pengampunan Netanyahu
Deretan Kecelakaan Pesawat di AS Sepanjang 2025-2026- Januari 2025 (Philadelphia): Pesawat ambulans udara Learjet 55 jatuh di kawasan pemukiman, menewaskan 8 orang (6 di pesawat, 2 di darat).
- Februari 2025 (Alaska): Bering Air Flight 445 jatuh di dekat Nome, seluruh 10 penumpang tewas.
- April 2025 (New York): Helikopter wisata pecah di udara dan jatuh ke Sungai Hudson, 6 orang tewas.
- Mei 2025 (San Diego): Jet pribadi Cessna Citation II jatuh saat pendaratan, 6 orang tewas.
- Maret 2026: Peningkatan insiden "near-miss" dilaporkan di Bandara Seattle-Tacoma dan Denver.
Presiden Trump merespons rentetan kecelakaan ini dengan melakukan pembersihan personel besar-besaran. Trump secara terbuka menyalahkan kebijakan "Diversity, Equity, and Inclusion" (DEI) dari pemerintahan sebelumnya sebagai penyebab menurunnya standar profesionalisme pengawas lalu lintas udara.
Menteri Transportasi Sean Duffy segera mengumumkan restrukturisasi FAA pada Januari 2026. Rencana ini mencakup pembentukan kantor pengawasan keselamatan tunggal dan modernisasi sistem ATC yang diklaim masih menggunakan teknologi "floppy disk". Langkah ini juga dibarengi dengan pemecatan ratusan karyawan FAA yang dianggap tidak memenuhi standar baru yang ditetapkan administrasi Trump.
Krisis Boeing yang Belum BerakhirDi tengah kekacauan regulasi, Boeing terus menghadapi masalah produksi. Pada Juli 2025, CEO Boeing mengonfirmasi penundaan sertifikasi model 737 Max 7 dan Max 10 hingga 2026. Masalah utama terletak pada sistem anti-ice mesin yang berisiko menyebabkan kerusakan struktural jika terlalu panas. Hal ini menambah daftar panjang kegagalan kualitas yang telah menghantui produsen pesawat tersebut sejak awal 2024.
Statistik: Apakah Terbang di AS Masih Aman?Meskipun headline berita terlihat mengerikan, data menunjukkan sisi lain. Hingga Juli 2025, tercatat 623 kecelakaan penerbangan di AS, angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 729 insiden. Namun, tingkat fatalitas (jumlah kematian) melonjak tajam karena kecelakaan besar seperti tragedi Potomac. Bagi para ahli, masalah utama bukan pada jumlah kecelakaan, melainkan pada kegagalan sistemik yang melibatkan pesawat komersial yang seharusnya memiliki standar keamanan tertinggi.
(H-3)




