Teheran Ancam Tutup Total Selat Hormuz Jika Diserang

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Juru bicara markas pusat Khatam al-Anbiya, Ibrahim Zolfaghari, memberikan respons keras terhadap ancaman 48 jam yang dilayangkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Teheran menegaskan akan mengambil langkah balasan mematikan jika Washington benar-benar merealisasikan ancaman untuk menargetkan pembangkit listrik milik Iran.

Ancaman Trump sebelumnya muncul melalui unggahan di platform Truth Social pada Sabtu lalu yang menuntut pembukaan penuh Selat Hormuz bagi kapal-kapal Amerika dan sekutunya. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi dalam waktu singkat, Amerika Serikat mengancam akan meluncurkan serangan udara untuk menghancurkan berbagai infrastruktur energi di wilayah Iran.

Empat Poin Balasan Strategis Iran

Ibrahim Zolfaghari menyatakan bahwa jika serangan dilaksanakan, Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya dan tidak akan dibuka kembali hingga seluruh pembangkit listrik yang hancur dibangun lagi. Selain penutupan jalur laut, Iran juga akan menjadikan seluruh infrastruktur energi dan teknologi informasi milik Israel sebagai target serangan balasan secara luas.

Langkah balasan ketiga mencakup penghancuran perusahaan-perusahaan di kawasan Timur Tengah yang memiliki kepemilikan saham dari pihak Amerika Serikat. Terakhir, Iran menyatakan bahwa pembangkit listrik di negara-negara kawasan yang menampung pangkalan militer Amerika akan dianggap sebagai target militer yang sah.

Zolfaghari menjelaskan bahwa hingga saat ini Selat Hormuz belum sepenuhnya ditutup, melainkan berada di bawah kendali intelijen ketat bagi pihak-pihak yang dianggap musuh. Jalur pelayaran yang dinilai tidak berbahaya tetap dijamin keamanannya sesuai dengan aturan internasional dan kepentingan nasional Republik Islam Iran.

"Selat Hormuz hanya ditutup bagi musuh dan bagi yang melakukan perjalanan yang tak menguntungkan, dan hingga kini belum sepenuhnya ditutup," ucapnya.

Penutupan akses bagi Amerika Serikat dan sekutunya ini merupakan buntut dari rangkaian agresi yang dilakukan pihak Zionis ke wilayah Iran sejak 28 Februari 2026. Pihak Teheran menegaskan bahwa mereka tidak berniat memulai peperangan, tapi memiliki hak penuh untuk membela diri di hadapan 'Presiden teroris Amerika.'


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Kisah Warga Rayakan Lebaran di Istana Bareng Presiden Prabowo | BREAKING NEWS
• 8 menit lalukompas.tv
thumb
Rekayasa Lalu Lintas One Way Diberlakukan di Tol Cipali Sore Ini
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Sesuai UU Intelijen, DPR Berhak Dalami Kasus Penyiraman Air Keras kepada Andrie Yunus
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Dari Surabaya ke Yogyakarta, Roadshow Pelangi di Mars Bawa Semangat Lebaran
• 12 jam lalumatamata.com
thumb
7 Batu Permata Paling Langka di Dunia, Nilainya 1.000 Kali Berlian
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.