Jakarta, VIVA - Pembunuh Dewhinta Anggary (DA), cucu dari seniman Betawi mendiang Mpok Nori, dicokok di KM 68 Tol Tangerang-Merak, Serang, Banten, Sabtu, 21 Maret 2026.
Saat ditangkap, pelaku berinisial RFTJ yang merupakan WNA (Warga Negara Asing) Irak itu tengah menumpangi bus untuk pergi ke Sumatra. Dalam video penangkapan yang diposting akun Instagram @resmob_pmj, pelaku tak berkutik saat ditangkap polisi dalam bus.
"Jadi, pada saat penangkapan di Jalan Tol Tangerang-Merak, di badan pelaku pada saat kami melakukan penggeledahan, kami menemukan paspor korban dan juga salah satu handphone korban," kata Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Polisi Fechy J Atupah, dikutip Selasa, 24 Maret 2026.
Saat ditangkap, pelaku tengah asyik tertidur dibangkunya. Dia nampak memakai hoodie hitam dan telihat tengah memaminkan handphone. Pelaku cuma bisa pasrah saat diminta turun dari bus lalu digirin polisi.
"Dan juga pada saat pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa dia yang melakukan pembunuhan," katanya lagi.
Sebelumnya diberitakan, kasus tragis yang menimpa Dewhinta Anggary, cucu dari seniman legendaris Betawi Mpok Nori, menghebohkan publik. Perempuan muda tersebut ditemukan tewas diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh mantan suaminya sendiri. Peristiwa ini terjadi di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, dan kini tengah dalam penanganan intensif pihak kepolisian.
Peristiwa memilukan itu pertama kali terungkap pada Sabtu 21 Maret 2026 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, ibu korban yang berinisial B mendatangi rumah kontrakan Dewhinta dengan tujuan membangunkannya untuk bersiap bekerja.
Namun, setibanya di lokasi, ia mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, menimbulkan kecurigaan.
Karena tak mendapat respons, adik korban berinisiatif masuk melalui jendela yang kebetulan terbuka. Betapa terkejutnya ia saat menemukan Dewhinta sudah tergeletak tak bernyawa di dalam rumah. Kondisi korban mengenaskan, dengan luka sayatan di bagian leher.
"Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering,” ujar Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, dalam keterangannya, Sabtu 21 Maret 2026.





