Axolotl "Monster Air" Menggemaskan yang Menolak Menjadi Dewasa

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pernahkah Anda melihat hewan yang tampak seperti perpaduan antara naga dalam mitologi dan boneka plastik yang selalu tersenyum? Jika iya, kemungkinan besar Anda sedang melihat Axolotl (Ambystoma mexicanum).

​Hewan endemik dari Danau Xochimilco, Meksiko, ini bukan sekadar peliharaan eksotis yang estetik. Di balik wajah "imutnya", axolotl menyimpan rahasia biologi yang membuat para ilmuwan di seluruh dunia garuk-garuk kepala sekaligus kagum. Mari kita bedah apa yang membuat morfologi dan fisiologi mereka begitu unik.

Mempertahankan Wajah Bayi Selamanya (Neoteni)

​Keunikan paling mencolok dari axolotl adalah sifat neoteni. Secara sederhana, axolotl adalah salamander yang menolak untuk tumbuh dewasa secara fisik.

​Jika salamander lain akan kehilangan sirip dan insangnya untuk hidup di darat saat dewasa, axolotl tetap mempertahankan ciri larva mereka seumur hidup. Mereka tetap memiliki:

​Secara fisiologis, ini terjadi karena kelenjar tiroid mereka tidak melepaskan hormon yang memicu metamorfosis. Jadi, meskipun mereka sudah siap secara seksual untuk bereproduksi, mereka tetap "terjebak" dalam tubuh bayi.

Mahkota Berbulu: Sistem Pernapasan yang Super Sibuk

​"Tanduk" merah muda yang tampak seperti hiasan di kepala axolotl sebenarnya adalah insang eksternal. Bulu-bulu halus tersebut berfungsi meningkatkan luas permukaan untuk menyerap oksigen langsung dari air.

​Namun, yang unik adalah axolotl punya rencana cadangan. Mereka memiliki paru-paru fungsional! Sesekali, Anda mungkin melihat mereka naik ke permukaan untuk menghirup udara. Selain itu, mereka juga bisa menyerap oksigen melalui kulit mereka yang tipis dan permeabel.

​Kemampuan Regenerasi: Sang "Wolverine" Dunia Nyata

​Jika ada penghargaan untuk kemampuan penyembuhan terbaik, axolotl adalah juaranya. Sebagian besar hewan (termasuk manusia) akan membentuk jaringan parut saat terluka, namun tidak dengan axolotl.

Axolotl mampu menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang secara sempurna mulai dari kaki, ekor, rahang, bahkan bagian dari otak dan jantung mereka tanpa meninggalkan bekas luka sedikit pun. Rahasia ini terletak pada sel-sel di area luka yang mampu berubah kembali menjadi sel punca (stem cells) untuk membangun jaringan baru dari nol.

​Variasi Warna yang Menipu Mata

​Di alam liar, axolotl sebenarnya berwarna gelap (cokelat kehitaman atau hijau zaitun) agar bisa berkamuflase di dasar danau yang berlumpur. Namun, yang sering kita lihat di internet adalah jenis Leucistic (putih dengan mata hitam) atau Albino (putih/emas dengan mata merah). Variasi warna cerah ini adalah hasil mutasi genetik yang dipelihara di laboratorium dan penangkaran.

Rahasia di Balik Genom: Mengapa Axolotl Begitu Istimewa?

​Jika kita bertanya-tanya apa "mesin" yang menggerakkan kemampuan regenerasi dan neoteni axolotl, jawabannya ada di dalam sel mereka. Para ilmuwan baru-baru ini berhasil memetakan genom axolotl, dan hasilnya sangat mengejutkan.

Genom Raksasa yang Rumit

​Axolotl memiliki salah satu genom terbesar yang pernah diurutkan dalam dunia protein. Sebagai perbandingan, genom axolotl sekitar 10 kali lipat lebih besar daripada genom manusia. Mereka memiliki sekitar 32 miliar pasang basa DNA.

​Ukuran yang masif ini sebagian besar diisi oleh segmen DNA berulang. Para peneliti percaya bahwa struktur genetik yang kompleks ini menyimpan instruksi khusus untuk mengontrol regenerasi jaringan yang tidak dimiliki oleh mamalia.

​"Saklar" Genetik yang Terkunci

​Mengapa axolotl tidak berubah menjadi salamander darat? Secara fisiologis, ini disebabkan oleh rendahnya kadar hormon tiroksin. Namun secara genetik, axolotl memiliki mutasi pada jalur pensinyalan hormon tiroidnya.

​Dalam eksperimen laboratorium, jika axolotl disuntik dengan iodium atau tiroksin, mereka bisa dipaksa bermetamorfosis—kehilangan insang, mengubah tekstur kulit, dan keluar dari air. Namun, ini biasanya memperpendek usia mereka secara drastis karena tubuh mereka tidak dirancang secara alami untuk fase dewasa tersebut.

​Makrofag: Tentara Pembersih Tanpa Luka

​Salah satu rahasia fisiologi axolotl dalam menyembuhkan luka terletak pada sistem imun mereka, khususnya sel yang disebut makrofag. Pada manusia, saat terluka, sistem imun kita fokus pada penutupan luka secepat mungkin (yang menghasilkan parut).

​Pada axolotl, makrofag bekerja sangat berbeda. Mereka dengan cepat memakan sel mati dan mengirimkan sinyal kimia untuk memerintahkan sel-sel di sekitarnya agar kembali ke keadaan "muda" (dediferensiasi). Tanpa makrofag yang tepat, axolotl justru akan membentuk jaringan parut seperti manusia dan gagal bergenerasi.

​Potensi Masa Depan bagi Medis Manusia

​Keunikan fisiologi ini bukan sekadar fakta unik di buku biologi. Para ahli medis sedang mempelajari bagaimana cara "membangunkan" jalur genetik serupa pada manusia.

​Penyembuhan Organ: Mempelajari bagaimana jantung axolotl pulih tanpa bekas luka dapat membantu pasien pasca-serangan jantung.

​Terapi Kanker: Axolotl memiliki resistensi yang sangat tinggi terhadap tumor, yang diduga berkaitan dengan kontrol ketat mereka atas pembelahan sel selama regenerasi.

​Mengapa Kita Harus Peduli?

​Selain bentuknya yang unik, axolotl adalah subjek penelitian penting dalam bidang medis, terutama untuk mempelajari penyembuhan kanker dan regenerasi organ manusia. Sayangnya, di habitat aslinya, status mereka kini Terancam Punah (Critically Endangered) akibat polusi dan invasi spesies asing.

​Mengenal axolotl bukan hanya soal mengagumi keunikannya, tapi juga menyadari betapa ajaibnya evolusi menciptakan makhluk yang mampu melawan hukum waktu dan penuaan.

Axolotl adalah pengingat hidup bahwa alam memiliki cara-cara yang tak terduga untuk bertahan hidup. Dengan morfologi yang mempertahankan kemudaan dan fisiologi yang mampu menolak kerusakan permanen, mereka adalah "perpustakaan genetik" yang sangat berharga. Menjaga mereka dari kepunahan di Danau Xochimilco bukan hanya soal menyelamatkan satu spesies hewan lucu, tapi juga menjaga kunci rahasia medis masa depan umat manusia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Elon Musk Ungkap Rencana Kolaborasi Tesla dan SpaceX Bangun Pabrik Chip “Terafab”
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Hilirisasi Jadi Syarat Utama, Prabowo Tegas Atur Investasi Asing
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemhan lakukan langkah pengiritan penggunaan BBM
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Arus Balik Ketapang-Gilimanuk Meningkat, ASDP Pastikan Layanan Tetap Lancar Terkendali
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kapal Perang Baru Milik TNI AL KRI Prabu Siliwangi-321 Telah Tiba di Indonesia
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.