Antisipasi Lonjakan Puncak Arus Balik, ASDP Bakauheni Siapkan Skema Satu Kapal Khusus Sepeda Motor

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Dia  menyebut, puncak arus balik di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan diprediksi terjadi sebanyak dua gelombang. 

Antisipasi Lonjakan Puncak Arus Balik, ASDP Bakauheni Siapkan Skema Satu Kapal Khusus Sepeda Motor. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan skema Satu Kapal Khusus Sepeda Motor untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan jika terjadi lonjakan volume pada masa puncak arus balik 2026. 

Dia  menyebut, puncak arus balik di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan diprediksi terjadi sebanyak dua gelombang. 

Baca Juga:
ASDP Sebut Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak Berakhir

Gelombang Pertama diprediksi terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 dan gelombang kedua diprediksi terjadi pada Sabtu-Minggu, 28-29 Maret 2026.

"Jadi kita memprediksi untuk sepeda motor kita antisipasi di 24, 25 (Maret) dan juga nanti ada di 27, 28 (Maret),” kata Executive Directur Regional Dua PT ASDP Indonesia Ferry, Zulvidon, dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2026).

Baca Juga:
Cerita Nahkoda ASDP, 25 Tahun Tak Pernah Kumpul Keluarga saat Lebaran Demi Antarkan Pemudik

Meski demikian, ASDP saat ini belum melakukan skema tersebut mengingat arus kendaraan di Pelabuhan Bakauheni yang dinilai belum ada lonjakan signifikan. Sehingga, saat ini para pemudik motor masih disatukan dengan kendaraan mobil dalam satu kapal.

Baca Juga:
ASDP Catat Lonjakan Pemudik, 2,59 Juta Penumpang Gunakan Kapal Feri

“Untuk saat ini kami masih share ke semua kapal. Jadi belum ada khusus untuk sepeda motor. Nanti kita lihat kepadatannya baru kita menggunakan skema khusus untuk sepeda motor. Karena sekarang masih tergolong lancar. Jadi kita share ke semua kapal untuk sepeda motor,” ucap dia.

Disinggung terkait tren arus balik yang cenderung sepi, Vidon menuturkan bahwa hal itu disebabkan masa libur yang cukup panjang pasca Hari Raya Idulfitri 1477 Hijriah/2026. Sehingga, masyarakat tidak melakukan perjalanan dalam satu waktu secara bersamaan yang berpotensi membuat arus lalu-lintas macet maupun kepadatan yang signifikan di pelabuhan.

“Jadi kalau kita lihat mungkin karena liburannya lebih panjang. Jadi mereka itu untuk balik pasti ke share ke semua tanggal gitu ya, beda kalau kemarin kita itu pasti ngejar lebaran di kampung. Tapi kalau balik itu mereka justru memilih alternatif macam-macam,” kata dia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Harga Moge Jepang Terbaru Maret 2026
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Foto: Pedagang Kaki Lima Tetap Jualan saat Pasar Tanah Abang Tutup Lebaran
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kadung Datang, Wisatawan Tak Tahu Bandung Zoo Masih Ditutup
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Punya Koneksi dengan Bulent Karslioglu di JPE, Apakah Megawati Hangestri Bakal Diboyong Kembali ke Turki oleh Sang Pelatih?
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Peringatan Dini BMKG Jabodetabek Besok 24 25 Maret 2026, Bogor-Jakarta Diprediksi Hujan Sedang-Lebat
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.