MENTERI Transportasi Amerika Serikat, Sean Duffy, menegaskan modernisasi sistem kontrol lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC) tidak akan bisa berjalan maksimal tanpa dukungan pendanaan penuh dari Kongres. Hal ini disampaikan Duffy dalam konferensi pers Senin waktu setempat, menyusul insiden maut yang melibatkan pesawat Air Canada di Bandara LaGuardia.
“Ini bukan masalah partisan, baik Demokrat maupun Republik setuju, tetapi mereka harus memiliki kemauan untuk menuntaskan pendanaan tersebut,” ujar Duffy. Meski demikian, ia mengklarifikasi dirinya tidak menyatakan kecelakaan di LaGuardia bisa dicegah dengan modernisasi tersebut, “tetapi hal ini penting jika kita peduli dengan keselamatan perjalanan udara.”
Menepis Rumor Petugas TunggalDalam sesi tanya jawab, Duffy menanggapi kabar burung yang menyebutkan hanya ada satu petugas pengendali lalu lintas udara yang berjaga di menara saat kecelakaan terjadi pada Minggu malam. Ia secara tegas membantah informasi tersebut.
Baca juga : Goverment Shutdown AS: FAA Pangkas Penerbangan di 40 Bandara Besar
Duffy menyatakan telah mendengar rumor itu, namun dengan singkat menegaskan, "itu tidak akurat." Ia juga menekankan Bandara LaGuardia merupakan salah satu bandara dengan jumlah staf pengendali lalu lintas udara yang mencukupi.
Mengenai teknis kecelakaan, termasuk apakah truk pemadam kebakaran seharusnya berhenti saat melintasi landasan pacu, Duffy memilih untuk menunggu hasil investigasi resmi. “Temuan dari NTSB (National Transportation Safety Board) dapat menjawab pertanyaan tersebut,” tuturnya.
Masalah Personel dan Faktor KelelahanTerkait kekurangan tenaga ahli ATC secara nasional, Duffy mengakui adanya jeda waktu akibat durasi pelatihan yang panjang bagi staf baru. Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah berusaha menambal celah tersebut dengan menawarkan bonus bagi petugas yang memasuki masa pensiun agar bersedia tetap bertugas hingga penggantinya siap.
Di sisi lain, mantan pengendali lalu lintas udara FAA, Dave Riley, memberikan perspektif berbeda dalam wawancaranya dengan CNN. Menurutnya, jumlah petugas yang ada di menara (tower cab) serta tingkat kelelahan mereka bisa menjadi faktor krusial dalam insiden ini.
“Saya penasaran ingin tahu berapa banyak orang yang sebenarnya berada di menara,” kata Riley. Ia menilai petugas yang berjaga saat itu tampak melakukan terlalu banyak koordinasi yang menyita perhatiannya dari memantau landasan pacu serta pergerakan lalu lintas udara dan kendaraan di sekitar. Riley menambahkan bahwa jumlah jam kerja dan "faktor kelelahan" adalah hal penting yang harus dipertimbangkan dalam investigasi ini. (CNN/BBC/Z-2)





