REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta kembali menunjukkan pesonanya sebagai magnet wisata saat libur Lebaran 2026. Pada hari kedua Lebaran, Senin (23/3/2026), kawasan ini tampak crowded oleh wisatawan dari berbagai daerah yang memadati sepanjang jalan ikonik tersebut.
Pantauan Republika, sejak sore hingga malam, wisatawan terus berdatangan tanpa henti. Mereka tampak berjalan kaki menikmati suasana khas Malioboro, mulai dari deretan toko oleh-oleh, pedagang kaki lima, hingga pertunjukan jalanan yang menambah semarak suasana liburan. Tidak sedikit pula yang sengaja berhenti untuk duduk santai di kawasan pedestrian sambil menikmati hiruk pikuk kota.
- InJourney Hidupkan Kembali Hotel Legendaris di Malioboro
- Menkeu Purbaya Blusukan ke Teras Malioboro & Pasar Beringharjo, Borong Batik Rp10 Juta tak Ditawar
- Pasca-Mangkrak, Eks Hotel Mutiara di Malioboro Dikerjasamakan, Bagi Hasil 67 Persen untuk Pemda DIY
Salah satu momen yang tidak dilewatkan para pengunjung adalah berfoto di plang tulisan “Malioboro”, yang selama ini menjadi ikon sekaligus spot wajib bagi wisatawan yang datang ke Yogyakarta.
Alfian, wisatawan asal Bogor, mengatakan keramaian di Malioboro saat Lebaran sudah menjadi hal yang ia alami setiap tahunnya. Namun, hal tersebut tidak mengurangi minatnya untuk tetap datang bersama keluarga ke Malioboro.
.rec-desc {padding: 7px !important;}"Pastinya kalau di Malioboro setiap lebaran itu, yang paling kita dapati itu macet kan, karena setiap orang banyak yang ingin datang ke sini, maupun wisatawan ataupun dia niatnya mudik. Tapi itu tidak mengurangi minat kita buat tetap ke Malioboro sih. Karena kebetulan kampung (mudiknya) juga di Klaten, jadi Malioboro juga salah satu destinasi favorit juga di sini," ujarnya saat berbincang dengan Republika di kawasan Malioboro, Senin (23/3/2026), malam.
Dia mengaku kunjungan ke Malioboro sudah menjadi agenda rutin setiap kali pulang kampung. "Rutin ke sini. Karena setiap tahun kita pulang kampung terus," katanya.
Meski berkunjung ke lokasi yang sama setiap tahun, Alfian menilai setiap momen tetap terasa berbeda, terutama karena datang bersama keluarga yang terus bertambah. Ia juga ikut antre untuk bisa mengabadikan foto di tulisan Malioboro tersebut.
"Sebenarnya biarpun tiap tahun foto di sini, tapi tetap kesannya berbeda jadi mau mengabadikan momennya aja, tiap tahun di sini. Iya betul (sama keluarga tahun ini -Red) dan karena setiap tahun bertambah keluarganya jadi momennya juga pasti berbeda," ungkapnya.
Selain menikmati suasana Malioboro, Alfian juga berencana mengunjungi destinasi lain di DIY seperti kawasan pantai di Gunungkidul dan Candi Prambanan. "Favorit lainnya juga ke Gunungkidul, ada pantai nya juga dan ada candi Prambanan," kata dia.
Hal senada juga disampaikan Pipit, wisatawan asal Cianjur. Dia mengaku baru pertama kali mengunjungi Malioboro dan tetap antusias meski harus berdesakan dengan wisatawan lain.
"Seru, rame banget di sini. Iya tetap antusiasme walaupun ramai. Soalnya saya dari Cianjur dari kemarin pengin banget ke sini, baru pertama kali soalnya," katanya.
Menurutnya, kunjungan ke Malioboro menjadi pengalaman yang ingin diabadikan sebagai kenangan. Dia bahkan menyewa jasa fotografer jalanan yang berada di sekitaran Malioboro untuk foto-foto di kawasan wisata tersebut.
"(Foto di plang tulisan Malioboro -Red) buat momen, buat kenang-kenangan juga bahwa kita pernah ke sini," ujarnya.



