Agen ICE  Dikerahkan ke Bandara Gantikan Ribuan Petugas TSA yang Mogok Kerja

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita

KRISIS melanda bandara-bandara utama di Amerika Serikat setelah ribuan petugas keamanan Transportation Security Administration (TSA) melakukan aksi mogok kerja. Sebagai langkah darurat, pemerintah mengerahkan agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) untuk mengisi kekosongan personel di titik-titik pemeriksaan keamanan.

Aksi absen massal ini dipicu oleh penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown) yang berlangsung sejak 14 Februari lalu, menyebabkan staf TSA tidak menerima gaji selama berminggu-minggu. Dampaknya, antrean panjang dan waktu tunggu berjam-jam dilaporkan terjadi di berbagai terminal. Pada Minggu (22/3) saja, lebih dari 3.400 agen TSA dilaporkan mangkir kerja.

Pengerahan ke 14 Bandara Utama

Border tsar Gedung Putih, Tom Homan, mengonfirmasi ratusan agen ICE telah ditempatkan di 14 bandara besar, termasuk New York (JFK), Atlanta (Hartsfield-Jackson), dan Houston.

Baca juga : Trump Kerahkan Agen ICE ke Bandara Atasi Antrean Panjang Dampak 'Shutdown'

Berbeda dengan penugasan lapangan biasanya, Presiden Donald Trump menginstruksikan para agen ini untuk tidak mengenakan masker atau penutup wajah. "Saya percaya mereka harus bisa memakai masker saat memburu pembunuh, kriminal, dan lainnya," ujar Trump kepada wartawan pada Senin (23/3). "Namun untuk keperluan di bandara, saya meminta mereka melepas masker. Menurut saya, itu bukan tampilan yang pantas untuk sebuah bandara."

Waktu Tunggu Hingga Empat Jam

Data menunjukkan tingkat absensi yang mengkhawatirkan. Di Bandara Internasional Louis Armstrong New Orleans, 42,3% staf TSA absen, sementara di Atlanta mencapai 41,5%. Penumpang kini diimbau untuk tiba di bandara setidaknya tiga hingga empat jam lebih awal.

Plt Deputi Administrator TSA, Adam Stahl, menjelaskan bahwa agen ICE akan membantu fungsi keamanan non-spesialis. "Kami berharap mereka dapat menjadi pengganda kekuatan (force multiplier)," ungkap Stahl kepada Fox News. Homan menambahkan bahwa peran agen ICE fokus pada pengendalian massa dan bukan pemeriksaan penumpang secara langsung.

Baca juga : Trump Tarik Ratusan Agen Imigrasi dari Minnesota Pasca-Insiden Fatal

Menuai Kritik dan Kekhawatiran

Meski Trump menyebut keberadaan agen ICE bisa membantu penangkapan pendatang ilegal di "wilayah subur" seperti bandara, langkah ini menuai kritik tajam. Derrick Johnson, kepala organisasi hak sipil NAACP, menyatakan kekhawatirannya akan potensi profil rasial.

"Mereka tidak terlatih secara memadai, bersenjata, dan diinstruksikan untuk melakukan pemprofilan berdasarkan ras dan aksen," tegas Johnson dalam pernyataannya. "Apa yang mungkin salah? Kita sudah pernah melihat 'film' ini sebelumnya."

Kebuntuan Politik di Washington

Krisis ini merupakan buntut dari kebuntuan politik di Kongres. Demokrat menolak mendanai Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) tanpa adanya batasan baru pada agen imigrasi, menyusul insiden penembakan warga sipil di Minneapolis. Di sisi lain, Republik menolak usulan pendanaan parsial untuk TSA selama negosiasi reformasi ICE berlanjut.

Jika kesepakatan tidak segera tercapai, para pekerja federal, termasuk petugas TSA yang masih bertahan, terancam kembali kehilangan gaji mereka untuk kedua kalinya pada Jumat mendatang. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cosplayer Pahlawan dan Noni Belanda Jadi Buruan Foto Wisatawan Kota Tua
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Big Tech Siapkan Rp12.000 Triliun untuk Investasi AI pada 2026
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Viral di Madiun! Bus Pariwisata Senggol Polisi Saat Putar Balik Berujung Bersitegang
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Elon Musk Rancang TeraFab, Pabrik Chip Terbesar di Dunia
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi dalami penyebab kecelakaan sebabkan dua orang tewas di Jakut
• 8 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.