Menahan Rindu, Mereka Baru Bisa Mudik Usai Lebaran

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Masih banyak masyarakat yang memilih mudik meski Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah telah berlalu.

Berbagai alasan diungkapkan. Mulai dari mahal dan tidak kebagian tiket, hingga masih harus bekerja.

Salah satu moda transportasi yang digunakan untuk pulang kampung adalah kereta.

Baca juga: Pemudik Masih Padati Stasiun Pasar Senen, Sampai Ngemper di Lantai

Inah (47), warga Jakarta, yang hendak berangkat ke Nganjuk bersama putrinya, memilih berangka pada Senin (23/2/2026), karena sang anak baru mendapat cuti setelah Lebaran.

Nganjuk merupakan kampung suaminya. Usai mengatakan itu, mata Inah berkaca-kaca.

Ia menyeka air mata yang jatuh dan mengaku sudah dua tahun tidak pulang ke kampung halamannya di Tegal.

“Saya kangen mudik ke Tegal sebenarnya dan kangen bertemu orangtua saya. Kangen masakan sayur Lebaran ibu saya,” ujarnya.

Baca juga: Pemudik Keluhkan Minim Tempat Duduk dan Panas di Stasiun Pasar Senen

Di tengah rasa rindu tersebut, Inah juga berharap pemerintah dapat menambah jumlah kereta api untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.

Ia mengaku sempat kesulitan mendapatkan tiket sebelum Lebaran dan harganya juga cukup tinggi.

Untuk perjalanan ke Nganjuk, Inah dan putrinya mengeluarkan biaya sekitar Rp 1,4 juta.

“Pas mau cari online, sulit. Akhirnya ada satu dan dipakai bapak pulang duluan. Saya sama anak dapat tiket belakangan dan harganya sudah mahal,” tutur Inah.

Sulit dapat tiket sebelum Lebaran

Kesulitan serupa juga dialami Kasirin (56) dan Marsini (54), suami istri yang hendak mudik ke Bantul, Yogyakarta.

Keduanya telah mencoba memesan tiket sejak satu bulan sebelumnya, tapi tidak mendapatkan jadwal keberangkatan sebelum Lebaran.

"Akhirnya dapat buat tanggal 23 Maret ini. Ya enggak apa-apa lah, malah mudik pas waktu stasiun lebih sepi,” lanjutnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pasangan asal Penggilingan, Jakarta Timur, itu rutin mudik setiap tahun untuk menjenguk orangtua mereka di kampung halaman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nottingham Forest Benamkan Spurs di City Ground
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Daya Saing Bank Syariah Jadi Sorotan, Konsolidasi Bakal Dipercepat
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Sebut Indonesia Dapat Perlakuan Istimewa dari Trump soal Tarif Dagang
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Persib Punya 9 Laga Sisa, Marc Klok Bilang Maung Bandung Harus Lakukan Ini
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Ibu Sakit Tetap Bekerja demi Biaya Kuliah Anaknya
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.