Tegaskan Perlawanan, Penasihat Pemimpin Agung Iran Tuntut Kompensasi Penuh dan Pencabutan Sanksi

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita

MOHSEN Rezaei, penasihat militer senior untuk Pemimpin Agung Iran Mojtaba Khamenei, menegaskan Teheran akan terus melanjutkan peperangan hingga seluruh tuntutan mereka dipenuhi. Dalam pidato televisi yang disiarkan pada Senin (23/3), Rezaei menekankan kompensasi atas kerusakan yang diderita Iran menjadi syarat mutlak penghentian konflik.

Rezaei menyatakan bahwa Iran akan terus berjuang sampai "semua sanksi ekonomi dicabut, dan jaminan internasional yang mengikat secara hukum diperoleh untuk mencegah campur tangan AS di Iran."

Kepemimpinan Baru dan Kekuatan Militer

Di tengah eskalasi yang terus memanas, Rezaei meyakinkan publik transisi kepemimpinan di Iran berjalan dengan stabil. Ia menegaskan bahwa kekuatan militer negara itu tetap solid di bawah komando pemimpin baru.

Baca juga : Iran Pantang Menyerah Sebelum Menang Lawan AS

"Kami melihat bahwa angkatan bersenjata kami menjalankan operasi dan aktivitas dengan penuh kekuatan. Proyek kepemimpinan kami, dengan terpilihnya pemimpin baru, telah secara kokoh berada di bawah manajemennya," ujar Rezaei.

Tudingan Terhadap Netanyahu

Rezaei juga melontarkan klaim perang ini sebenarnya secara efektif telah berakhir lebih dari satu minggu yang lalu. Menurutnya, Amerika Serikat semula sudah menunjukkan kesiapan untuk menghentikan serangan dan mengupayakan gencatan senjata. Namun, langkah tersebut terhambat oleh intervensi politik dari Israel.

Ia menuduh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai pihak yang terus "mendesak untuk melanjutkan" peperangan. Lebih lanjut, Rezaei mengeklaim bahwa setelah hari ke-15 konflik, "AS memahami dengan jelas bahwa tidak ada jalan menuju kemenangan dalam perang ini."

Baca juga : Trump Klaim Dialog "Sangat Baik" dengan Pejabat Tinggi Iran

Tuntutan Hukuman bagi Agresor

Senada dengan Rezaei, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf turut menyuarakan sikap keras melalui unggahan di media sosial X. Ghalibaf menyatakan rakyat Iran kini menuntut adanya keadilan atas serangan yang mereka terima.

Ghalibaf menegaskan warga Iran menuntut "hukuman yang lengkap dan menimbulkan penyesalan" bagi para "agresor" yang telah mengusik kedaulatan mereka.

Situasi di kawasan tetap tegang seiring dengan penegasan Iran yang mengaitkan penghentian aktivitas militer dengan konsesi ekonomi dan politik yang signifikan dari pihak Barat, terutama Amerika Serikat. (BBC/CNN/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaga Stok, Myanmar Terapkan Sistem Barcode-QR Code untuk Batasi Pembelian BBM
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Persib Bandung Sowan ke Dubes Fabien Penone, Puji Dua Pemain Asal Prancis
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
34 Kode Redeem Free Fire 24 Maret 2026: Buruan Klaim Bundle Black Panther & Hadiah Gratis Hari Ini!
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Drone Iran Serang Industri Kedirgantaraan Israel dan Unit Pengintaian AS!
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Dietisien Ungkap Cara Aman Memanaskan Ulang Masakan Bersantan Sisa Lebaran
• 7 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.