tvOnenews.com - Bulan Syawal sering dipandang sebagai momen baru setelah umat Islam melewati ibadah di Ramadhan.
Setelah sebulan penuh melatih kesabaran, memperbanyak ibadah, dan menahan diri, Syawal menjadi waktu untuk kembali menjalani aktivitas dengan semangat yang lebih baik.
Dalam ajaran Islam, usaha untuk mencari rezeki tidak hanya dilakukan dengan kerja keras, tetapi juga diiringi doa dan tawakal kepada Allah SWT.
Karena itu, banyak umat Muslim memanfaatkan momentum Syawal untuk memanjatkan doa agar pintu rezeki dibukakan, dimudahkan dalam setiap usaha, serta diberi keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
اَللّٰهُ لَطِيْفٌۢ بِعِبَادِهٖ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُ
Allâhu lathîfun bi ‘ibâdihi yarzuqu man yasyâ’(u), wa huwal qawiyyul ‘azîz(u)
Artinya: “Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia Maha Kuat, Maha Perkasa.”
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَانَصَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allâhumma innî as-aluka an tarzuqanî rizqan ḫalâlan wâsi‘an thayyiban min ghairi ta’abin wa lâ masyaqqatin wa lâ dlairin wa lâ nashabin innaka ‘alâ kulli syai-in qadîr(un)
Artinya: “Ya Allah aku mohon kepadamu limpahan rezeki yang halal, luas, dan baik, yang didapat tanpa letih, memberatkan, membahayakan, dan banting tulang. Sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(kmr)




