Bisnis.com, DENPASAR – Hotel di Bali mencatatkan tingkat hunian kamar atau okupansi yang cukup tinggi pada momen libur Nyepi dan Lebaran.
Salah satu Resort di Sanur, Sudamala Resort, mencatatkan tingkat hunian kamar hingga 70,59% selama libur Nyepi dan Lebaran yang dimulai pada 18 Maret-23 Maret 2026.
Commercial Director Sudamala Resort I Wayan Suwastana menjelaskan selama periode Nyepi hingga Lebaran, tamu didominasi oleh wisatawan asing. "Tamu kami banyak dari Australia, kemudian Asia Pasifik hingga Asean," kata Wayan, Senin (23/3/2026).
Momentum libur panjang Nyepi dan Lebaran menjadi kesempatan untuk mengerek okupansi Sudamala Resort. Karena selama Februari tingkat hunian kamar masih rendah.
Fenomena ini juga terjadi di hotel lain, awal tahun memang merupakan masa low season di Bali. Belum banyak wisatawan mancanegara masuk ke Bali.
Untuk meningkatkan okupansi, Sudamala sebelumnya sudah menyiapkan paket Nyepi yang menawarkan pengalaman retreat imersif yang dirancang untuk menghubungkan kembali para wisatawan dengan keheningan, alam, dan keseimbangan batin.
Baca Juga
- Okupansi Hotel di Kuta Tembus 75 Persen selama Libur Lebaran 2026
- Jadwal Operasional BRI Region Denpasar Saat Nyepi dan Lebaran 2026, Siapkan Kas Rp819 Miliar
- BTN Perkuat Penghimpunan Dana Murah di Bali, Begini Strateginya
Wisatawan bisa reservasi di destinasi berbeda yakni Sanur, Senggigi, Seraya, Komodo, dan Amed. Suwastana menjelaskan paket ini mengajak para tamu untuk berhenti sejenak, berefleksi, dan merasakan Indonesia dalam wujudnya yang paling murni dan damai.
Para tamu diajak untuk menyambut keheningan sakral hari tersebut melalui pengalaman menginap yang dikurasi dengan cermat, memadukan kenyamanan berkelas, pengalaman lokal autentik, serta ketenangan tanpa gangguan.





