Penulis: Fityan
TVRINews- Bogota
Insiden Hercules C-130 di Amazon Picu Krisis Evakuasi Medis dan Evaluasi Armada Nasional.
Tragedi kedirgantaraan militer melanda wilayah selatan Kolombia setelah sebuah pesawat angkut Lockheed Martin Hercules C-130 jatuh sesaat setelah lepas landas di wilayah Amazon, Senin 23 Maret 2026 waktu setempat. Insiden ini memicu kekhawatiran akan jumlah korban jiwa yang besar di kalangan personel militer.
Pesawat yang membawa 125 orang terdiri dari 114 tentara dan 11 anggota kru Angkatan Udara jatuh di Puerto Leguízamo, sebuah area terpencil di dekat perbatasan Peru.
Berdasarkan laporan awal, pesawat tersebut sedang dalam misi mobilisasi pasukan sebelum kehilangan kendali di ujung landasan.
Upaya Penyelamatan di Wilayah Terpencil
Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sánchez, mengonfirmasi bahwa tim penyelamat telah dikerahkan ke lokasi kecelakaan. Meski penyebab pasti belum diketahui, Sánchez memastikan bahwa pesawat dalam kondisi layak terbang sebelum insiden terjadi.
"Peristiwa ini merupakan duka yang sangat mendalam bagi negara. Kami berharap doa masyarakat dapat sedikit meringankan kepedihan ini," ujar Sánchez dalam pernyataan resminya.
Hingga laporan ini diturunkan, simpang siur mengenai jumlah korban jiwa masih terjadi. Kepala Angkatan Udara Kolombia, Mayor Jenderal Carlos Fernando Silva, menyatakan 48 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka.
Namun, Gubernur Putumayo, Jhon Gabriel Molina Acosta, memberikan angka yang lebih spesifik kepada media lokal El Tiempo, dengan menyebutkan delapan korban tewas terkonfirmasi dan 15 pasien dalam kondisi kritis.
Kapasitas Medis yang Terlampaui
Skala kecelakaan yang masif membuat fasilitas kesehatan di Puerto Leguízamo kewalahan. Wali Kota setempat, Emilio Augusto, memberikan peringatan keras melalui Radio Caracol mengenai terbatasnya infrastruktur medis.
"Kapasitas medis kami telah terlampaui oleh besarnya skala darurat ini," tegas Augusto seraya meminta bantuan evakuasi udara segera ke pusat kota yang lebih besar.
Menanggapi hal tersebut, militer Kolombia telah mengerahkan tujuh pesawat tambahan untuk memindahkan para korban ke ibu kota, Bogotá.
Rekaman visual menunjukkan para prajurit tiba di pangkalan udara dalam kondisi kritis, diselimuti selimut termal dan alat bantu oksigen.
Kritik Terhadap Pembaruan Armada
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menyebut insiden ini sebagai "kecelakaan mengerikan yang seharusnya tidak pernah terjadi." Melalui pernyataan publiknya, Petro menyoroti kendala birokrasi yang selama ini menghambat modernisasi armada militer negara tersebut.
"Jika pejabat administratif sipil atau militer tidak mampu menjawab tantangan ini, mereka harus diberhentikan," tulis Petro, yang juga menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam manajemen alutsista.
Meskipun penyelidikan masih berlangsung, pihak berwenang telah mengesampingkan kemungkinan adanya serangan dari kelompok bersenjata yang sering beroperasi di wilayah tersebut. Penyelidikan kini difokuskan pada aspek teknis dan faktor lingkungan di wilayah Amazon.
Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan pesawat Hercules C-130 di kawasan Amerika Latin, menyusul insiden serupa di El Alto, Bolivia, pada akhir Februari lalu yang menewaskan lebih dari 20 orang.
Editor: Redaktur TVRINews





