PANDANGAN lama soal kuning telur sebagai “biang kolesterol” mulai ditinggalkan. Peneliti dari lembaga seperti Harvard T.H. Chan School of Public Health dan publikasi di The American Journal of Clinical Nutrition menyebut kini menyarankan untuk mengonsumsi telur secara utuh, termasuk bagian kuningnya. Alasannya karena di situlah sebagian besar nutrisi penting tersimpan.
Dalam beberapa tahun terakhir, studi menunjukkan kuning telur mengandung berbagai zat gizi esensial seperti vitamin A, D, B12, kolin, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin. Senyawa ini berperan dalam menjaga kesehatan mata, fungsi otak, hingga sistem imun. Artinya, membuang kuning telur sama saja dengan menghilangkan nilai gizi utama dari makanan tersebut.
Kolesterol Tak Selalu Jadi AncamanKekhawatiran terhadap kuning telur selama ini berfokus pada kandungan kolesterolnya. Satu butir telur memang mengandung sekitar 186 miligram kolesterol. Namun, riset terbaru menunjukkan kolesterol dari makanan tidak selalu berdampak signifikan terhadap kadar kolesterol dalam darah, terutama pada individu sehat.
Baca juga : Meski Mudah Diolah, Konsumsi Telur Berlebihan Punya Dampak Bagi Tubuh
Sejumlah meta-analisis dari British Medical Journal juga menyimpulkan konsumsi telur dalam jumlah wajar tidak meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan. Bahkan, beberapa studi menemukan potensi penurunan risiko stroke pada kelompok yang rutin mengonsumsi telur.
Ahli Tekankan Konsumsi SeimbangMeski demikian, para ahli tetap menekankan pentingnya konsumsi dalam batas wajar. Untuk kebanyakan orang, satu butir telur per hari masih tergolong aman sebagai bagian dari pola makan seimbang. Namun, individu dengan kondisi tertentu seperti diabetes atau gangguan kolesterol tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.
Pendekatan terbaru dalam dunia kesehatan kini lebih menyoroti pola makan secara keseluruhan, bukan hanya satu jenis makanan. Telur, termasuk kuningnya, dipandang sebagai sumber protein dan nutrisi padat yang bisa mendukung gaya hidup sehat jika dikonsumsi dengan tepat.
Bukan Musuh, Tapi Sumber NutrisiAnggapan lama soal kuning telur sudah tidak relevan dengan riset terbaru. Kuning telur bukan musuh, tapi sumber nutrisi penting.
Dengan pemahaman yang lebih berbasis data, masyarakat kini didorong untuk lebih bijak dalam memilih makanan. Telur utuh, yang dulu sering dihindari, kini kembali mendapat tempat sebagai salah satu pilihan nutrisi yang praktis, terjangkau, dan bernilai tinggi. (Harvard T.H. Chan School of Public Health/The American Journal of Clinical Nutrition/British Medical Journal/Z-2)





