tvOnenews.com - Media Vietnam membahas soal kabar buruk bagi Timnas Indonesia U17 yang akan menghadapi Piala Asia U17 2026.
Di bawah asuhan Kurniawan Dwi Yulianto, Timnas Indonesia U17 akan bersaing di Piala Asia U17 sekaligus memperebutkan tiket menuju Piala Dunia U17.
Namun langkah Timnas Indonesia U17 nampaknya tidak akan mulus karena ada hambatan besar di depan mata.
Media Vietnam mengabarkan bahwa saat ini saingan Timnas Indonesia U17 sudah menunjukkan kekuatan yang luar biasa.
China benar-benar menyusun kekuatan yang besar jelang Piala Asia U17 dan kini berhasil menumbangkan Tajikistan dalam laga uji coba.
"Sebagai persiapan untuk Kejuaraan Asia U17, tim U17 Tiongkok baru-baru ini memainkan pertandingan persahabatan melawan tim U17 Tajikistan pada tanggal 22 Maret," tulis media Vietnam, Soha.
Sebagaimana diketahui, Tajikistan bukanlah lawan yang lemah di level U17.
"Di level tim nasional senior, Tajikistan dianggap sebagai tim "tingkat ketiga" di Asia, tetapi di level U17, Tajikistan sangat kuat. Dalam Kejuaraan Asia U17 terbaru, Tajikistan memuncaki grup mereka, mengungguli Korea Utara, Oman, dan Iran, dan meraih tempat di Piala Dunia U17," tulis media Vietnam, Soha.
Ternyata, China mampu menghajar Tajikistan dan menambah panjang rekor kemenangan mereka.
"Tim U17 Tiongkok terus menunjukkan performa yang sangat baik, pertama mengalahkan Uzbekistan 2-0, kemudian mengamankan dua kemenangan tandang melawan Indonesia (dengan skor 7-0 dan 3-2). Termasuk kemenangan terbaru ini, mereka memiliki rekor empat kemenangan beruntun di semua kompetisi," tulis media Vietnam, Soha.
"Dalam empat pertandingan ini, tim U17 Tiongkok mencetak 14 gol dan hanya kebobolan 2 gol, menunjukkan performa yang sangat baik dalam menyerang maupun bertahan," lanjutnya.
Tentunya ini menjadi kabar buruk karena China merupakan lawan Timnas Indonesia di fase grup Piala Asia U17 2026.
"Performa kuat tim U17 Tiongkok juga menimbulkan kekhawatiran besar bagi tim U17 Indonesia, karena kedua tim berada di grup yang sama pada Kejuaraan AFC U17 2026," tulis media Vietnam, Soha.




