Bisnis.com, JAKARTA — Mata uang asia dibuka mayoritas melemah hari ini, Selasa (24/3/2026), sementara perdagangan rupiah masih libur Idulfitri.
Mengutip Bloomberg, indeks dolar AS menguat 0,42% ke 99,36. Mayoritas mata uang di Asia dibuka melemah. Yen Jepang terdepresiasi 0,11% bersama won Korea sebesar 0,75%.
Rupee India dan ringgit Malaysia masing-masing juga melemah 0,28% terhadap dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memproyeksikan nilai tukar rupiah diprediksi mengalami tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan pascalibur panjang Idulfitri 1447 Hijriah, Selasa (24/3).
Menurutnya, mata uang Garuda akan diperdagangkan pada rentang Rp16.990 hingga Rp17.075 per dolar AS. Tekanan ini sejalan dengan potensi penguatan indeks dolar AS yang diperkirakan bergerak di kisaran 98,73 hingga 101,20.
“Dalam perdagangan pekan ini, indeks dolar kemungkinan kembali menguat menuju level 101,20. Kecil kemungkinan terjadi pelemahan ke area support 98,73,” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya.
Dia menilai, keperkasaan dolar AS dipicu oleh sikap bank sentral global yang tetap mempertahankan suku bunga tinggi atau hawkish guna meredam inflasi.
Kondisi itu diperparah oleh lonjakan harga energi, di mana minyak mentah jenis Brent diprediksi menembus ke kisaran US$110 hingga US$116 per barel.
Selain faktor inflasi, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperburuk prospek mata uang negara berkembang. Eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta gangguan pada fasilitas energi global, memaksa investor untuk mengalihkan aset mereka ke dolar AS yang dianggap lebih aman.
Sentimen eksternal tersebut diperkirakan bakal membayangi pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot sepanjang pekan ini, mengingat pasar baru saja kembali aktif setelah masa libur Lebaran yang cukup panjang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




