Ada salah satu kasus pembunuhan yang paling terkenal selama masa Perang Dingin. Pembunuhan itu dilakukan terhadap Georgi Markov dengan racun risin.
Dilansir CNN, Georgi Markov dikenal sebagai tokoh pembelot dan oposisi di Bulgaria. Markov adalah seorang penulis naskah drama yang kerap menulis laporan-laporan pedas tentang kehidupan kelas atas Komunis ke Bulgaria. Ia sudah berkali-kali menjadi target pembunuhan, tetapi selalu gagal.
Namun, kemalangan justru menimpanya pada 11 September 1978. Saat itu, Markov meninggalkan kantornya di Bush House di ibu kota Inggris.
Dia berjalan melintasi Jembatan Waterloo untuk naik kereta pulang ke Clapham di London barat daya.
Saat menunggu di halte bus beberapa saat setelah perjalanan pulang, ia merasakan tusukan benda tajam di pahanya. Dia juga melihat seorang pria mengambil payung.
Markov kemudian mengalami demam tinggi dan empat hari kemudian meninggal dunia.
Pemeriksaan post-mortem, yang dilakukan dengan bantuan para ilmuwan dari pemerintah Inggris di Porton Down, menetapkan bahwa ia telah dibunuh oleh butiran yang mengandung dosis 0,2 miligram racun ricin.
Pembunuhan Markov hanya terdeteksi karena butiran yang membawa racun tersebut tidak larut. Pembunuhnya tidak pernah tertangkap meskipun ada kerja sama erat antara otoritas Inggris dan Bulgaria, termasuk Interpol.
(rdp/imk)





