jpnn.com, JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan akses air bersih dan sanitasi yang layak bagi masyarakat prasejahtera.
Sekretaris Perusahaan PNM L. Dodot Patria Ary menuturkan PNM memahami bahwa keberlanjutan usaha nasabah tidak hanya ditentukan oleh akses pembiayaan, tetapi juga oleh ketersediaan infrastruktur dasar yang mendukung kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA: Touch & Tech, Jurus PNM Berdaya dengan Big Data & Mengangkat Ekonomi Perempuan Lewat Superapps
Bagi PNM, air bukan hanya kebutuhan dasar kehidupan, tetapi juga fondasi penting yang mendukung kesehatan keluarga sekaligus produktivitas ekonomi masyarakat.
Sepanjang 2025, PNM telah menginisiasi program penyediaan air bersih dan sanitasi di 28 titik lokasi di berbagai wilayah Indonesia.
BACA JUGA: Gandeng UMKM Kuliner, Pos Indonesia Hadirkan Paket Pengiriman Rendang
Program tersebut diwujudkan melalui pembangunan fasilitas sanitasi, penyediaan sumber air bersih, hingga penguatan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan secara kolektif oleh masyarakat.
Inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat pada aspek kesehatan dan kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap produktivitas usaha masyarakat.
BACA JUGA: Ikhtiar Janda Mekaar Menghidupi Keluarga & Menginspirasi Perempuan Prasejahtera
Banyak nasabah PNM yang menjalankan usaha berbasis rumah tangga seperti usaha kuliner, pengolahan hasil pertanian, maupun produksi kerajinan, yang sangat bergantung pada ketersediaan air bersih sebagai bagian dari proses produksi mereka.
Dodot menegaskan pemberdayaan yang berkelanjutan harus dibangun melalui pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya pada aspek ekonomi tetapi juga kualitas hidup masyarakat.
Bagi masyarakat prasejahtera, air bersih memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar kebutuhan dasar. Air adalah sumber kehidupan sekaligus penggerak produktivitas.
Banyak nasabah PNM yang menggantungkan aktivitas usahanya pada ketersediaan air, mulai dari usaha kuliner, pertanian kecil, hingga berbagai usaha rumahan.
“Karena itu, menghadirkan akses air bersih berarti membuka ruang bagi masyarakat untuk hidup lebih sehat sekaligus meningkatkan kapasitas ekonominya,” ujar Dodot.
Dodot menambahkan upaya ini merupakan bagian dari komitmen PNM untuk menghadirkan pemberdayaan yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami percaya pemberdayaan tidak berhenti pada akses permodalan. Ketika masyarakat memiliki lingkungan hidup yang lebih sehat dan infrastruktur dasar yang memadai, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh, berusaha, dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” serunya.
Program penyediaan air bersih dan sanitasi yang dijalankan PNM juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya pada pencapaian akses air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat.
Melalui berbagai inisiatif sosial yang terintegrasi dengan program pemberdayaan, PNM terus berupaya menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Setiap akses air bersih yang terbangun bukan sekadar infrastruktur, melainkan investasi sosial yang menghadirkan kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan bermartabat bagi masyarakat prasejahtera.(adv/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi




