VIVA –Memasuki puncak arus balik lebaran, suasana lalu lintas di jalan lintas Timur (Jalintim) Muba, Sumatera Selatan (Sumsel) terpantau aman dan lancar. Sejumlah kendaraan baik dari arah Palembang menuju Jambi atau sebaliknya mulai ramai bergerak kembali ke wilayah asal baik lewat jalan lintas maupun ruas tol fungsional.
Untuk antisipasi jalur balik di Jalintim, saat ini kekuatan personil kurang lebih 200 orang terdiri dari polres Muba, TNI, Pol PP, Dishub dan Damkar.
"Kami siap melaksanakan pengamanan arus balik di sepanjang jalintim dengan menempatkan personil pada titik-titik rawan kemacetan yang sudah kita inventarisir ada 14 titik. Kemudian rawan kecelakaan ada 3 titik, dan 15 kantong parkir," kata Kapolres Muba, AKBP Ruri Prastowo, Selasa 24 Maret 2026.
Beberapa kendaraan plat luar Sumsel juga terlihat mulai melintas di sejumlah titik, baik Sungai Lilin Tungkal Jaya hingga Bayung Lencir. Tak hanya itu, kondisi di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) pun sudah tampak ramai baik di Lais maupun Sekayu.
Meskipun banyak kendaraan roda dua dan empat yang melintas, namun arus lalu lintas terpantau masih aman dan lancar belum terjadi penumpukan kendaraan di kedua jalur lintas Sumatra tersebut. Selain itu, pihaknya juga menyediakan alat berat yang ditempatkan di sejumlah titik rawan kecelakaan.
"Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026. Kami mengimbau masyarakat yang melewati Jalintim untuk melakukan merencanakan perjalanan dengan matang dan terus memantau informasi terbaru seputar Jalintim. Jika lelah segera beristirahat di Pospam yang telah disediakan di beberapa titik," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar pengendara bisa beralih ke jalur alternatif Jailinteng apabila terjadi penumpukan kendaraan.
"Adapun rute jalur alternatif Palembang-Jambi yakni melewati Betung, Sekayu, Musi Rawas dan Jambi. Lalu dari arah sebaliknya yakni Jambi Palembang bisa melewati Sorolangun, Lubuk Linggau, Musi Rawas, Sekayu-Betung atau Lahat-Prabumulih,"jelasnya.
Dia melanjutkan, para pemudik akan di alihkan ke Jalur lintas tengah apabila Jalintim mengalamai kepadatan arus lalu lintas.





