jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak kembali secara bersamaan pada puncak arus balik Lebaran yang diprediksi mulai 24 Maret 2026.
Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang sudah diberikan oleh banyak instansi maupun perusahaan.
BACA JUGA: Gandeng UMKM Kuliner, Pos Indonesia Hadirkan Paket Pengiriman Rendang
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menyarankan masyarakat mengatur ulang jadwal perjalanan agar lebih tersebar.
“Kami imbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan waktu WFA yang diberikan agar bisa kembali pada 25, 26 atau 27 Maret,” ucap Aan dalam keterangannya.
BACA JUGA: Arus Balik Mudik ke Jakarta Meningkat Bertahap
Selain itu, pengguna jalan juga diminta lebih bijak saat menggunakan rest area. Waktu istirahat sebaiknya tidak terlalu lama agar bisa bergantian dengan pengguna lain, terutama saat kondisi padat.
“Kami juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan rest area sebaik-baiknya. Maksimalkan waktu 30 menit supaya bisa bergantian dengan yang lainnya atau maksimalkan tempat istirahat yang juga berada di luar jalur tol,” kata dia.
BACA JUGA: ASN Manfaatkan WFA Jelang Puncak Arus Balik, Pekerja Swasta Bagaimana?Â
Dengan lonjakan kendaraan yang cukup tinggi seperti saat arus mudik kemarin, kesiapan dan kesadaran pengguna jalan juga menjadi kunci utama.
Perencanaan perjalanan yang matang, termasuk memilih waktu kembali dan titik istirahat, diharapkan bisa membuat arus balik Lebaran tahun ini tetap lancar dan nyaman.
Adapun, berdasarkan data lalu lintas pada Shift 1 pada 23 Maret 2026, tercatat sebanyak 12.624 kendaraan melintas dari arah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama.
Angka tersebut naik hampir 50 persen dibandingkan kondisi normal yang hanya 8.442 kendaraan. (mcr4/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




