Korsel Batasi Mobil Dinas dan Pangkas Konsumsi BBM Imbas Perang di Iran

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Presiden Korsel Lee Jae Myung pada Selasa (24/3) menyerukan kampanye penghematan energi secara nasional di tengah risiko gangguan pasokan minyak dan gas akibat perang Iran. Ia menyebut, lembaga pemerintah akan mengurangi penggunaan mobil dinas.

Mengutip Reuters, Menteri Energi Kim Sung Hwan dalam rapat kabinet mengatakan pembatasan penggunaan kendaraan di sektor swasta masih bersifat sukarela untuk saat ini, tetapi dapat ditinjau kembali jika tingkat kewaspadaan energi meningkat.

Kim menyatakan pemerintah Korea Selatan juga akan meminta 50 perusahaan dengan konsumsi minyak terbesar untuk mengurangi penggunaan, serta mendorong pengaturan jam kerja bergilir dan langkah penghematan energi lainnya.

Selain itu, ia menyampaikan pihaknya akan kembali mengoperasikan lima reaktor nuklir pada Mei, melonggarkan pembatasan pada pembangkit listrik tenaga batu bara, serta memperluas energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan jangka panjang terhadap LNG.

Korsel sendiri berencana menyusun anggaran tambahan sebesar 25 triliun won atau sekitar USD 16,6 miliar secepatnya, yang dapat mencakup pemberian voucher tunai bagi konsumen serta dukungan finansial untuk perusahaan, di tengah meningkatnya wacana stimulus di berbagai negara.

“Yang terpenting saat ini bukan menghemat keuangan negara, melainkan menyalurkan dana secara cepat dan efektif ke sektor yang paling membutuhkan,” ujar Presiden Lee, seraya menambahkan Kementerian Keuangan akan mengajukan anggaran tersebut ke parlemen pada akhir Maret.

Serangan yang dilakukan AS-Israel terhadap Iran, serta balasan dari Iran, telah menyebabkan gangguan serius pada pasar energi global. Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz hampir terhenti karena perang ini.

Menurut data dari parlemen dan Kementerian Industri, Korsel mengimpor sekitar 70 persen minyak mentah melalui Selat Hormuz.

Negara itu menghadapi potensi krisis energi meskipun memiliki cadangan minyak sekitar 190 juta barel, terdiri dari 100 juta barel milik pemerintah dan 90 juta barel milik kilang swasta.

Meskipun standar dari Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) menyebut cadangan tersebut dapat bertahan hingga 208 hari, para pejabat menilai angka itu tidak mencakup penggunaan seperti ekspor petrokimia, sehingga daya tahannya sebenarnya lebih pendek.

Data Korea National Oil Corporation mencatat konsumsi harian sekitar 2,9 juta barel pada 2024. Analis memperkirakan cadangan tersebut mungkin tidak cukup untuk bertahan hingga dua bulan.

Pemerintah juga telah mengamankan komitmen pasokan 24 juta barel minyak dari Uni Emirat Arab, meskipun waktu pengirimannya masih belum jelas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz, Kecuali yang Berafiliasi dengan AS-Israel
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
TERPOPULER: Ayu Ting Ting Booking Tempat Buat Salat Ied, Jeni Rahmadial Diduga Dilabrak Istri Sah
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Pengunjung Serbu Ragunan di H+3 Lebaran, Picu Kemacetan Panjang di Pintu Utama
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Pakar Hukum Sebut Kembalinya Eks Menag Yaqut ke Rutan KPK Sebagai Kemenangan Suara Publik
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Eks Pelatih Timnas Asal Brasil Putar Arah, Kini Kembangkan Talenta Sepak Bola Putri Indonesia
• 8 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.