AS Tunda Serang Iran dan Klaim Negosiasi, Pengamat: Labil, Bukti Terjadi Sesuatu di Kabinet Trump

kompas.tv
6 jam lalu
Cover Berita
Relawan membersihkan debris dari gedung permukiman yang terkena serangan AS-Israel di Teheran, Iran, Minggu (15/3/2026). (Sumber: Vahid Salemi/Associated Press)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengeluarkan pernyataan yang labil dalam konflik dengan Iran.

Pasalnya, Presiden AS Donald Trump tiba-tiba mengatakan telah terjadi perundingan setelah mengancam akan menyerang Iran hanya dalam waktu 24 jam.  

Demikian Stanislaus Riyanta mengatakan dalam Breaking News ‘Tunda Serang Iran 5 Hari, Trump Klaim Lagi Negosiasi’ di Kompas TV, Selasa (24/3/2026).

“Kita melihat dalam 24 jam terakhir ya, labil kita lihat, setelah mengancam akan melakukan serangan, tiba-tiba sekarang mengatakan bahwa terjadi perundingan, ini adalah krisis, ini adalah suatu bukti bahwa terjadi krisis karena ada perbedaan pernyataan yang sangat signifikan. Ini berarti terjadi sesuatu di dalam Kabinetnya Trump,” kata Stanislaus.

Baca Juga: Hari Ini, Naik MRT Hanya Rp243 Per Pelanggan melalui Aplikasi MyMRTJ

Di samping itu, Stanislaus menduga Presiden AS Donald Trump tidak mendapatkan banyak dukungan dari warga negaranya maupun Kongres dan pemerintah.

“Kemudian dari aspek ekonomi, sebenarnya banyak juga pengusaha-pengusaha Amerika yang investasi di Timur Tengah dan tentu sangat tergantung situasi ini dan saya yakin mereka akan melakukan tekanan-tekanan kepada Trump untuk mengakhiri,” ujar Stanislaus.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui akun truthsocial @realdonaldtrump mengatakan, jika Iran tidak membuka sepenuhnya tanpa ancaman Selat Hormuz dalam waktu 48 jam sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka mulai dari yang terbesar terlebih dahulu.

Namun, Iran tidak kalah gertak. Iran justru mengancam jika fasilitas energinya diserang, Teheran akan menutup Selat Hormuz secara totoal.

“Jika ancaman Amerika terkait pembangkit listrik Iran dilaksanakan, tindakan balasan akan segera diambil,” ucap Juru Bicara Markas Besar Khatam Al Anbiya Ebrahim Zolfaghari.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Deni-Muliya

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • as serang iran
  • as tunda serang iran
  • perang as iran
  • perang di timur tengah
  • amerika serikat
  • iran
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Gunakan Sepeda Listrik di Queensland
• 54 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
IRGC Pamer Pangkalan Bawah Tanah Militer di Tengah Perang Hadapi AS-Israel
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Cucu Mpok Nori Dibunuh Mantan Suami Siri Asal Irak, Motifnya Cemburu
• 8 jam lalurealita.co
thumb
KPK Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Masih Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara
• 3 jam lalumatamata.com
thumb
Kata TNI soal Kelanjutan Penyidikan 4 Prajurit Kasus Air Keras Aktivis KontraS
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.