Iran meluncurkan gelombang serangan rudal ke Israel pada Selasa (24/3) pagi. Aksi Iran dilakukan selang pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump perihal akhir perang.
Trump melalui media sosial mengungkap bahwa telah terjadi perundingan untuk mengakhiri perang di Iran. Bahkan, Trump mengklaim perundingan itu berlangsung dengan sangat baik dan positif.
Trump tidak mengungkap siapa pejabat tinggi Iran yang bernegosiasi dengan AS. Ia malah mengancam, jika perundingan tidak menemui kesepakatan dalam lima hari ke depan, maka AS akan terus membombardir Iran.
Media Axios melaporkan sosok Iran yang memulai negosiasi dengan AS adalah Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia merupakan ketua parlemen serta sosok non-ulama paling berpengaruh di Iran.
Sementara itu, media-media di AS lainnya melaporkan pada pekan ini utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, akan bertemu dengan delegasi Iran di Pakistan.
Wakil Presiden AS, JD Vance, juga diberitakan mempertimbangkan untuk hadir dalam perundingan di Pakistan.
Atas laporan mengenai perundingan tersebut, juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, tidak mau berkomentar banyak. Ia meminta publik menunggu pengumuman resmi.
“Spekulasi tentang pertemuan tidak boleh dianggap final sampai diumumkan secara resmi oleh Gedung Putih,” kata Leavitt seperti dikutip dari AFP.
Sementara itu, Ghalibaf melalui X menegaskan negosiasi dengan AS belum terjadi. Ia meyakini isu negosiasi adalah akal-akalan Trump untuk memanipulasi kondisi finansial dan pasar minyak dunia.
Adapun pada Selasa pagi, media nasional Iran mengumumkan peluncuran rudal-rudal ke Israel.
Pada saat yang sama, media dan otoritas Israel melaporkan serangan rudal Iran menyebabkan sejumlah korban luka. Serangan juga menghancurkan bangunan di Tel Aviv.




