Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengungkapkan puncak arus balik di Puncak, Bogor, telah terlewati. Menurutnya puncak arus balik terjadi pada H+2 Lebaran atau Senin (23/3) malam.
"Arus balik untuk Puncak tertinggi sudah kita lihat di tadi malam, jadi di tadi malam dengan jumlah ada 49.000 kendaraan yang turun dari arah Puncak menuju arah Jakarta," kata Wikha di Bogor, Selasa (24/3).
Namun, pada hari itu jumlah pengendara yang menuju Puncak juga masih cukup tinggi. Jumlahnya mencapai 45.000 kendaraan.
"Nah ini lebih banyak yang turun di tadi malam daripada yang naik ke arah Puncak dari Gate Toll Ciawi. Jadi logikanya tadi malam sudah terjadi penurunan arus yang luar biasa, arus baliknya sudah mengarah ke Jakarta dan pagi ini kita pantau arus yang naik maupun turun masih seimbang secara jumlah," ujar Wikha.
Wikha membeberkan rata-rata kendaraan yang melintas per jam pada hari ini masih di bawah 2.500 unit. Jumlah ini masih di bawah rata-rata hari sebelumnya yang mencapai 3.000 lebih kendaraan.
Meski begitu, Wikha akan tetap berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan adanya lonjakan wisatawan maupun pemudik pada beberapa hari ke depan. Rekayasa lalu lintas juga tetap disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan.
"Karena untuk gelombang pertama arusnya sudah 2 hari ini, hari ketiga sudah cukup reda, kita masih menunggu data dari PHRI (Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia) terkait okupansi hotel di tanggal 28 dan 29," tuturnya.
"Karena beberapa masyarakat sudah diimbau untuk melaksanakan work from anywhere, jadi apabila arusnya okupansi hotelnya di atas tinggi, otomatis kita akan lakukan beberapa pola rekayasa di tanggal 28 dan 29," tambahnya.
Wikha mengimbau pengendara mematuhi rekayasa lalu lintas yang diterapkan polisi. Per pukul 14.50 WIB hari ini polisi menerapkan one way arah Puncak menuju Jakarta.
"Karena apabila tidak dipatuhi itu akan mempunyai potensi menjadi kecelakaan lalu lintas," tutur Wikha.





