Kemenkes Catat 28.696 Pemudik Gunakan Layanan Kesehatan, Hipertensi Tertinggi

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyiagakan sebanyak 2.493 pos pelayanan kesehatan yang tersebar di 28 provinsi dan 321 kabupaten/kota selama masa libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa berdasarkan data pelayanan kesehatan harian per 23 Maret 2026, sebanyak 2.039 pemudik telah mendapatkan pelayanan kesehatan di pos pelayanan kesehatan.

“Tiga penyakit terbanyak yang diderita pemudik adalah hipertensi, gastritis, dan cephalgia atau sakit kepala,”ujar Aji dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 24 Maret 2026.

Selain pelayanan kesehatan umum, Kementerian Kesehatan juga mencatat adanya 205 kasus kecelakaan selama arus mudik. Rinciannya, kecelakaan darat sebanyak 197 kasus dengan 5 orang meninggal dunia, 127 orang ditangani di pos kesehatan, dan 65 orang dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.

Sementara itu, kecelakaan laut tercatat sebanyak 6 kasus dengan 3 orang ditangani di pos kesehatan dan 3 orang dirujuk. Kasus tenggelam tercatat 2 kasus dan seluruhnya ditangani di pos kesehatan. Sedangkan kecelakaan udara tidak tercatat.

Secara kumulatif, selama periode 13 hingga 23 Maret 2026, jumlah pemudik yang mendapatkan pelayanan kesehatan mencapai 28.696 orang. Dengan tiga penyakit terbanyak masih didominasi hipertensi, cephalgia, dan gastritis.

Dalam periode yang sama, total kecelakaan tercatat sebanyak 1.975 kasus, dengan rincian kecelakaan darat 1.966 kasus dengan 58 orang meninggal dunia, 1.113 orang ditangani di pos kesehatan, dan 795 orang dirujuk. Kecelakaan laut tercatat 7 kasus, serta 2 kasus tenggelam.

Kementerian Kesehatan juga melakukan pemeriksaan keamanan pangan di pelabuhan dan bandara. Dari 948 Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang diperiksa, sebanyak 936 TPM atau 99 persen memenuhi syarat kesehatan, sementara 12 TPM atau 1 persen tidak memenuhi syarat.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan terhadap pengemudi. Dari 4.371 pengemudi yang diperiksa, sebanyak 3.081 pengemudi dinyatakan laik berkendara, 1.038 pengemudi laik berkendara dengan catatan, dan 252 pengemudi dinyatakan tidak laik berkendara.

Penyebab pengemudi tidak laik berkendara didominasi oleh tekanan darah tinggi di atas 170/110 mmHg sebanyak 153 orang, gula darah di atas 300 mg/dL sebanyak 51 orang, kombinasi hipertensi dan gula darah tinggi sebanyak 18 orang, serta alkohol atau NAPZA positif sebanyak 30 orang.

Dalam rangka kesiapsiagaan krisis kesehatan selama libur Idulfitri, Kementerian Kesehatan juga menyiagakan 372 PSC 119 di seluruh Indonesia, 36.371 Tenaga Cadangan Kesehatan, serta 11 Regional Pusat Krisis Kesehatan yang melakukan pemantauan selama 24 jam di seluruh jalur mudik dan wilayah rawan bencana.

Kementerian Kesehatan mengimbau pemudik untuk menjaga kondisi kesehatan, beristirahat jika lelah, serta memeriksakan kesehatan di pos pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan kesehatan selama perjalanan mudik.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas Indonesia Siap FIFA Series 2026, Punya Peluang Besar? | SAPA PAGI
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Arus Balik di Kampung Rambutan, Penumpang Tembus 2.133 Orang Siang Ini
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Pengamat: Perang AS dengan Iran Selesai Bukan karena Adu Senjata, tapi Tekanan Ekonomi dan Politik
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
De Zerbi dikabarkan terbuka latih Tottenham asalkan lolos degradasi
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Media Vietnam Sindir Rumitnya Kasus Izin Kerja Bek Sayap Timnas Indonesia di Belanda: Mirip Skandal Naturalisasi Malaysia
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.