Jakarta, VIVA – Pasar otomotif nasional kembali mengalami gejolak. Harga mobil di berbagai segmen, mulai dari city car hingga SUV premium, dilaporkan mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Seperti yang di alami di negara Amerika Serikat dan banyak negara lain terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan average transaction price (ATP) kendaraan baru mencapai sekitar $50,000 atau sekitar Rp800 jutaan pada 2026 angka yang membuat banyak konsumen mengeluh soal keterjangkauan.
- SlashGear
Namun, produsen mobil kini mulai merespons tren ini dengan cara yang lebih strategis, yakni memfokuskan produksi pada model dasar (base models) yang lebih terjangkau bagi pembeli.
Data terbaru menunjukkan bahwa tren pembelian mobil mulai bergeser: konsumen kini lebih memilih versi paling sederhana dari model tertentu yang biasanya lebih murah sekitar $5,000 atau setara Rp84 juta dibandingkan varian trim premium dibandingkan dengan versi lengkap penuh fitur.
Perubahan ini terlihat jelas dari angka penjualan, di mana model dasar mencatat pertumbuhan dua digit, sementara versi lebih mahal justru tertinggal.
Kenaikan biaya hidup, seperti harga rumah, asuransi, kesehatan, dan bahan bakar yang meningkat tajam, menjadi salah satu alasan utama mengapa pembeli kini mencari kendaraan dengan harga lebih rendah.
Ujungnya, fokus pembelian pun bergeser ke model yang memberi kebutuhan dasar tanpa fitur tambahan yang membuat harga melonjak.
Agar tetap relevan di pasar dan menjaga penjualan stabil di tengah tekanan ekonomi, produsen mobil sekarang mengambil langkah untuk memperkuat lini model dasar mereka. Strategi ini meliputi:
Menambahkan fitur yang sebelumnya hanya tersedia pada trim atas ke model dasar seperti teknologi keamanan, sistem infotainment, atau perangkat bantuan pengemudi yang dulu eksklusif, tanpa menaikkan harga secara signifikan.
Menyederhanakan proses produksi, karena model dasar biasanya lebih mudah dan cepat dibuat dibandingkan varian lengkap dengan banyak pilihan aksesoris.
Menyesuaikan strategi inventaris dan distribusi, fokus pada jumlah unit yang lebih tinggi daripada margin besar per unit, sehingga total penjualan tetap sehat meski keuntungan per mobil sedikit lebih kecil.





