jpnn.com, LOMBOK UTARA - Seorang penyelam asal Inggris Robert Peter, 46, tewas tenggelam di perairan Gili Air Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (24/3). Jasad korban ditemukan oleh tim SAR tadi siang dalam keadaan meninggal.
"Tim SAR gabungan telah mengevakuasi jasad korban," kata Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal I Gusti Komang Aryadana di Lombok Utara, Selasa.
BACA JUGA: Seorang Wisatawan Lokal Tewas Tenggelam di Pantai Garut
Ia menjelaskan korban ditemukan pada pukul 13.20 WITA di kedalaman sekitar 12 meter, tidak jauh dari lokasi awal ia menyelam.
Setelah dievakuasi ke daratan, tim medis dari Nusa Medica segera melakukan tindakan darurat berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada pukul 13.33 WITA. Namun, nyawa korban tidak tertolong.
BACA JUGA: Innalillahi, Pemuda Tewas Tenggelam Saat Menjaring Ikan di Danau Cisadah Serang
“Setelah upaya pertolongan pertama dilakukan secara maksimal, pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia,” ujarnya.
Ia mengatakan penemuan korban dalam waktu singkat ini merupakan hasil sinergi dari berbagai unsur, antara lain Unit Siaga SAR Bangsal, Polairud Polda NTB, Bekangdam IX Udayana, Pos TNI AL Gili Air, Bhabinkamtibmas Gili Air, Manta Dive, komunitas penyelam Gili Air, Damkarmat, BPBD Kabupaten Lombok Utara, Tim Medis Nusa Medica, dan masyarakat setempat
BACA JUGA: Asyik Bermain di Tepi Sungai Cikapundung, Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam Â
Peristiwa nahas ini bermula ketika Robert melakukan shore dive (penyelaman dari pantai) seorang diri pada pukul 11.00 WITA di Perairan Gili Air, Lombok Utara.
"Kekhawatiran muncul setelah korban tak kunjung kembali ke permukaan setelah satu jam, yang kemudian memicu laporan kehilangan dan respons cepat dari tim SAR," katanya.
Ia mengatakan jenazah korban telah dievakuasi menggunakan perahu milik Manta Dive menuju Dusun Tembobor, kemudian dibawa dengan ambulans Puskesmas Pemenang menuju RS Bhayangkara Mataram untuk proses lebih lanjut.
"Dengan ditemukan korban, operasi SAR di perairan Gili Air secara resmi dinyatakan ditutup," katanya.
Pihaknya mengimbau masyarakat maupun wisatawan dan para pelaku wisata untuk tetap waspada saat melakukan aktivitas di laut, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




