Korea Selatan Terancam Krisis Kantong Plastik, Ada Apa?

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan terancam mengalami krisis kantong plastik. Federasi Koperasi Industri Plastik Korea (Korea Federation of Plastics Industry Cooperatives) menyebut bahwa pasokan produk plastik dan vinil untuk seluruh Korea mulai terganggu akibat rantai pasok global untuk bahan baku naphtha yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah.

Melansir The Korea Herald, para pelaku usaha saat ini mulai menghadapi tekanan berat dalam proses produksi. Terdapat hambatan logistik internasional yang memaksa para pemasok petrokimia untuk menyesuaikan jadwal dan volume pengiriman bahan baku ke pabrik-pabrik domestik.


Baca: Krisis Avtur, Filipina Siapkan Skenario Terburuk: Pesawat Tak Terbang!

Sebanyak 71% dari 37 perusahaan yang disurvei melaporkan telah menerima pemberitahuan dari pemasok petrokimia mengenai potensi pengurangan atau penangguhan pengiriman resin sintetis.

Selain menghadapi pembatasan volume pengiriman, industri plastik di Korea Selatan juga harus bersiap menanggung lonjakan biaya operasional. Mayoritas perusahaan yang disurvei mengaku sudah mendapatkan peringatan awal mengenai kenaikan harga dari pihak supplier akibat krisis di Timur Tengah tersebut.

Federasi tersebut mencatat sekitar 92% pelaku industri mengatakan telah diberitahu tentang kenaikan harga untuk bahan baku.

Baca: Banyak Kapal 'Zombie' yang Bermunculan di Selat Hormuz, Ada Apa?

Sebagai informasi, naphtha merupakan bahan kimia turunan minyak bumi yang menjadi komponen paling krusial dalam pembuatan produk plastik dan vinil. Bahan baku tersebut digunakan secara luas untuk memproduksi berbagai barang kebutuhan sehari-hari, mulai dari kantong sampah, kemasan makanan, hingga botol polietilena tereftalat (PET).

Ketidakpastian pasokan bahan baku di tingkat industri tersebut pada akhirnya memicu reaksi langsung di tingkat masyarakat. Kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan barang di pasaran telah mendorong sejumlah konsumen di Korea Selatan untuk mulai memborong dan menimbun produk-produk plastik, khususnya kantong sampah kota.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Harga Minyak Global Melojak Dekati USD 120, Korsel Batasi Harga BBM

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Koridor Utama Transjakarta Beroperasi 24 Jam Hingga 29 Maret 2026
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Arus Balik H+2, 91.657 Penumpang Menyeberang dari Bakauheni ke Merak
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jasa Marga Berlakukan Buka Tutup Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek
• 7 jam laludetik.com
thumb
Selalu Jadi Primadona Libur Lebaran, Ini Alasan Warga Berkali-kali Pilih Ragunan
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Dunia Tercengang! Trump Klaim Rezim Iran Sudah Runtuh, Perdamaian Diam-Diam Dimulai
• 9 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.