London, VIVA – Ajang UFC Fight Night di London berubah menjadi panggung pertarungan brutal dan penuh kejutan. Sejumlah petarung tampil menggila di The O2 Arena, mulai dari kemenangan KO super cepat, debut yang langsung berakhir TKO, hingga petarung tak terkalahkan yang semakin dekat dengan sabuk juara.
Sorotan utama tentu mengarah kepada petarung asal Rusia, Movsar Evloev, yang berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkannya setelah mengalahkan petarung Inggris, Lerone Murphy. Pertarungan berlangsung sengit, terutama di dua ronde awal saat keduanya memilih bertarung dalam posisi berdiri.
Namun pertarungan berubah ketika Evloev mulai menggunakan kemampuan gulatnya. Strategi tersebut membuat Murphy kesulitan dan Evloev berhasil mengontrol pertarungan hingga ronde akhir. Meski sempat terkena pengurangan poin, Evloev tetap menang angka mayoritas dan kini mencatat rekor sempurna 20 kemenangan tanpa kekalahan. Dengan rekor tersebut, peluangnya untuk menantang juara dunia kelas featherweight UFC semakin terbuka lebar.
Tak hanya itu, petarung Inggris, Christian Leroy Duncan, juga tampil luar biasa saat menghadapi Roman Dolidze. Duncan menunjukkan perkembangan besar dalam teknik striking dan pertahanan saat dibawa ke bawah.
Sepanjang pertarungan tiga ronde, ia mampu mendominasi pukulan dan berhasil menghindari submission berbahaya meski sempat dijatuhkan beberapa kali. Kemenangan ini menjadi kemenangan keempat beruntun dan membuatnya semakin dekat menembus 10 besar kelas menengah UFC.
Dari divisi heavyweight, nama Iwo Baraniewski menjadi perbincangan setelah mencetak kemenangan KO hanya dalam 28 detik saat melawan Austen Lane. Baraniewski langsung mendaratkan pukulan keras yang membuat lawannya tumbang dalam hitungan detik. Ia hanya melepaskan 10 pukulan untuk mengakhiri pertarungan dan langsung mendapatkan bonus Performance of the Night sebesar 100 ribu dolar AS.
Dalam dua pertarungan di UFC, ia sudah mencatat dua kemenangan KO dengan total waktu bertarung kurang dari dua menit, sebuah rekor yang menunjukkan betapa berbahayanya petarung asal Polandia tersebut.
Kejutan juga datang dari debut petarung wanita Inggris, Shanelle Dyer. Tampil di hadapan publik sendiri, Dyer tampil percaya diri sejak awal pertarungan. Ia menggunakan ronde pertama untuk mengatur jarak dan membaca permainan lawan. Memasuki ronde kedua, ia mulai meningkatkan serangan hingga sebuah tendangan keras ke kepala menjadi awal dari akhir pertarungan.





