Bisnis.com, MAKASSAR - Perum Bulog menargetkan penyerapan gabah setara beras di Sulawesi Selatan (Sulsel) sebesar 700.000 ton sepanjang 2026. Sedangkan untuk jagung dipatok sebanyak 150.000 ton.
Wakil Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) Karmila Hasmin Marunta mengatakan langkah ini mempertegas komitmen pihaknya dalam menjaga stabilitas stok pangan nasional di tengah momentum panen raya.
Hingga pertengahan Maret 2026, realisasi penyerapan gabah tercatat telah menyentuh angka 25% dari total target yang ditetapkan. Capaian ini didorong oleh mulainya musim panen di sejumlah daerah penyangga utama di Sulawesi Selatan.
"Realisasi saat ini sudah mencapai sekitar 25% karena memang baru memasuki panen raya di beberapa kabupaten. Kami optimistis pada akhir Maret hingga April mendatang, progres penyerapan bisa melonjak ke level 40% atau 50%," ungkap Karmila, Selasa (24/3/2026).
Berdasarkan pemetaan Bulog, aktivitas panen pada awal Maret telah berlangsung di wilayah Gowa, Maros, dan Takalar. Tren produksi kini mulai bergeser ke wilayah utara dan tengah, meliputi Kabupaten Sidrap, Wajo, Soppeng, hingga Pinrang.
Kawasan Bone, Soppeng, dan Wajo diprediksi akan memasuki puncak panen raya pada akhir Maret ini. Sementara itu, wilayah Luwu Raya dijadwalkan akan menyusul pada akhir April hingga awal Mei mendatang.
Baca Juga
- Bulog Distribusikan Bantuan Pangan untuk 323.824 KK di Kaltim-Kaltara
- Jelang Idulfitri, Bulog Malang Salurkan 12,47 Juta Kg Beras untuk 623.725 Penerima
- Bulog Salurkan Bansos Beras & Minyak Goreng ke 33,24 Juta Penerima
Selain komoditas beras, Bulog juga mendapatkan mandat untuk menyerap jagung sebanyak 150.000 ton di Sulsel pada tahun ini. Saat ini, realisasi serapannya telah mencapai 42% dari target.
"Tingginya angka serapan jagung dipengaruhi oleh masa panen yang berlangsung bersamaan dengan tanaman padi pada akhir Maret," tambah Karmila.
Sementara itu untuk harga pembelian di tingkat petani, Bulog menetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP). Sedangkan jagung, untuk kadar air 18%-20% di harga Rp5.500 per kilogram dan untuk kadar air 14% ditetapkan Rp6.400 per kilogram.





