Jakarta, VIVA – Penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus terus menjadi perhatian publik. Di tengah sorotan tersebut, langkah cepat dan tegas dari Polisi Militer TNI (Puspom TNI) dinilai sebagai bentuk komitmen institusi dalam menegakkan hukum sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Sejak awal kasus mencuat, TNI melalui Puspom bergerak cepat dengan melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap sejumlah oknum anggota yang diduga terlibat. Transparansi juga ditunjukkan dengan penyampaian perkembangan kasus secara terbuka kepada publik, termasuk identitas dan peran para terduga pelaku.
Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Profesor Kadri, menegaskan bahwa kasus ini harus ditempatkan secara proporsional sebagai tindakan individu, bukan institusi.
“Menurut saya persoalan ini kita letakkan sebagai oknum. Tidak bisa ditarik ke institusi. Tidak bijak. Harus diletakkan sebagai oknum,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 24 Maret 2026.
Ia mengingatkan adanya potensi penggiringan opini yang dapat merugikan institusi TNI secara keseluruhan. Padahal, menurutnya, TNI selama ini merupakan institusi yang menjadi kebanggaan masyarakat.
“Saya takutnya, persoalan ini digiring sebagai pembunuhan karakter institusi yang selama ini menjadi kebanggaan. Jangan sampai karena kasus ini ada delegitimasi terhadap institusi yang harusnya diperkuat,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa di era informasi saat ini, masyarakat sangat mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu utuh. Oleh karena itu, kejelasan dan konsistensi informasi dari institusi menjadi kunci.
“Sekarang ini masyarakat cepat sekali mempercayai suatu informasi. Butuh kejelasan memang supaya tidak bias,” ungkapnya.
Dalam perspektif komunikasi publik, ia menilai langkah TNI yang membuka informasi secara terang merupakan strategi yang tepat untuk menghindari kesimpangsiuran.
"TNI sudah berani jelaskan ini secara transparan. Dalam komunikasi, sesuatu yang samar membuat publik tidak menangkap utuh pesan yang ada. Kepastian pesan penting. Ini sedang ditunggu publik,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa TNI telah menunjukkan sikap yang cukup gamblang terkait penanganan kasus, termasuk mengungkap siapa saja oknum yang terlibat.
“Saya rasa TNI sudah gamblang. Oknum pelaku siapa dan lain sebagainya. TNI harus bisa tahu juga ada upaya atau sinyal delegitimasi ini,” tambahnya.




