Iran Tembak Jatuh F-35, Insinyur Turki di Lockheed Martin Ungkap Fakta Mengejutkan

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Seorang manajer proyek dan insinyur Turki di Lockheed Martin, Nalan Yazgan, mengungkapkan, beberapa detail penting terkait jet tempur F-35. Menurut dia, pengguna F-35 tidak bisa sesukanya mengoperasikan jet tempur siluman tersebut.

"Jika Turki membeli F-35, kami bahkan tidak akan dapat meluncurkannya karena masalah perangkat lunak. Bahkan, kami seharusnya tidak meluncurkannya," kata Yazgan saat tampil di Haberturk TV, belum lama ini.

Baca Juga
  • Boyong 114 Jet Tempur Rafale, India tak Dapat Source Code dari Prancis
  • Korsel Siap Ekspor 16 Jet Tempur Boramae ke Indonesia
  • Turki Luncurkan Drone Kamikaze Baykar K2: Bisa Terbang 2.000 Km

"F-35 mengirimkan informasi waktu nyata tentang semua elemen militer dalam radius tertentu ke AS dan Israel," ucap Yazgan melanjutkan. Dia menjadi pembicara merespons laporan Iran menjatuhkan F-35, yang videonya beredar luas.

Dikutip dari Aksarayhaber.net, Yazgan pun membela keputusan pemerintah Turki yang tidak melanjutkan rencana mengakuisisi F-35. Turki semula bergabung dalam konsorsium sejumlah negara dalam pengembangan jet tempur generasi kelima itu.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Namun, pada 2019, Amerika Serikat (AS) mengeluarkan Turki dari proyek itu karena membeli sistem pertahanan udara Rusia, S-400. Keputusan itu sempat membuat geram sejumlah negara NATO yang juga terlibat dalam pengembangan F-35. Hal itu karena mereka khawatir, Turki akan membocorkan teknologi F-35 ke Rusia.

Turki yang sudah membayar 1,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 23,6 triliun, pun dikeluarkan paksa dari proyek itu. Padahal, Turki semula ingin membeli 100 unit F-35. Setelah itu, Turki mulai merintis mengembangkan jet tempur dalam negeri KAAN. Mereka juga lebih mengakuisisi jet Eurofighter Typhoon pada 2025.

 

Yazgan menyebut, F-35 tidak dapat berpartisipasi dalam operasi apa pun tanpa persetujuan AS. Tentu saja, pernyataannya itu semakin memicu kontroversi di negaranya.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Parkir Liar Menjamur di Sekitar CNI–Lippo Puri Jakbar, Pengunjung Ngaku Dipatok Rp 20.000
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Foto: Geliat Penjualan Mainan di Pasar Gembrong Usai Libur Lebaran
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Panti Lansia di Bogor Perkuat Sistem untuk Kenyamanan Lansia
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BMKG Peringatkan Potensi Hujan di Tegal Hari Ini
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Libur Lebaran, Pengunjung IKN Mencapai 62 Ribu Orang
• 9 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.